islampos
Media islam generasi baru

Ngopi, Cara Santai Politisi Muslimah Denmark Ajak Para ‘Haters‘ Tabayun

Foto: Abu Umar/Islampos
0

DENMARK–Seorang perempuan Muslim yang menjadi anggota parlemen Denmark mengundang para pria yang menghinanya minum kopi bersama untuk berdiskusi dan tabayun –mencari kejelasan tentang sesuatu hingga jelas benar keadaannya–.

Ozlem Cekic, mantan anggota parlemen untuk salah satu Partai di Jerman itu mendokumentasikan seluruh pertemuannya dengan para pembencinya. Potongan dokumentasi yang menjadi bagian dari sebuah dokumenter disiarkan BBC pada Selasa (4/7/2017) dan telah ditonton 2,5 juta kali.

Muslim Denmark
Foto: BBC

Ratusan orang yang mengirimkan surat atau pesan kebencian, Cekic kirim surat balasan kepada mereka berupa undangan untuk datang dan berdiskusi bersama secara terbuka. Pasalnya, banyak tudingan-tudingan negatif yang tidak sesuai dengan apa yang mereka pikirkan terhadapnya.

Sebenarnya, Cekic sudah lama sekali melakukan hal seperti ini. Tujuannya, untuk membangun jembatan penghubung antara dirinya dengan para ‘haters‘ (pembenci–red) dengan suasana santai dan ‘beradab’.

Salah satu yang menghina Cekic lewat Facebook, seorang pria bernama Stefan. Ia memenuhi undangan dan datang ke kediaman Cekic untuk minum kopi plus menyantap kue-kue. Pertemuan mereka berlangsung selama 1,5 jam dan berjalan panas.

Menurut harian Politiken, Stefan lewat Facebook menyebut Cekic sebagai kuman ISIS yang menjijikkan dan daging busuk yang menjijikkan. “Saya membenci kamu dan orang-orang yang sejenis dengan kamu,” tambah Stefan masih lewat Facebook.

Cekic juga mengatakan, banyak orang yang menyebutnya sebagai “monyet” dalam ratusan surel yang bernada menyerang.

Dalam potongan rekaman pembicaraan dengan Stefan, Cekic membacakan salah satu pesan kebencian yang ditujukan kepadanya. “Kami ingin sebuah dunia tanpa Muslim. Sebuah dunia yang damai di mana orang-orang seperti kalian tak menghancurkan nilai-nilai kehidupan kami,” kata Cekic membacakan hinaan itu.

Di satu titik, Cekic tak kuasa menahan emosinya hingga ia terpaksa meninggalkan ruangan dan menangis. []

loading...
loading...