islampos
Media islam generasi baru

Nggak Ada Salahnya Pilih-pilih

Foto: Skate Canada Nova Scotia
0

Oleh: Juliana Fadhilah
julianafadhilah31@gmail.com

KATA siapa berteman itu gak boleh pilih-pilih? Harus tahu, dalam artian menyeleksi orang-orang yang akan memasuki hidup Anda sebab dari situlah kita mengetahui karakteristik seseorang tersebut.

Apakah layak jadi teman kita? Atau cukupkah sebagai seseorang yang kita kenal saja? Tidak lebih.

Berkembangnya zaman dengan teknologi super canggih. Manusia kini melupakan bahwa suatu hal paling sering mereka gunakan adalah ancaman terbesar bagi diri sendiri. Siapa yang tidak mengenal internet?

Pertanyaan selanjutnya, berada di belahan bumi manakah Anda? Pasti internet sudah merajalela. Merebak ke mana-mana. Kita sudah tak asing dengan fb, twitter, instagram, path, wa, line, ask.fm, dan masih banyak lagi.

Namun sayang dengan beriringnya zaman menuju era teknologi maju ini. Moral, etika… manusia semakin surut. Itu bisa kita lihat di jejaring media sosial. Tak jarang banyak yang memposting sembarang tanpa disaring terlebih dahulu. Membuat rusuh, kisruh, mungkin sudah hobby suatu kalangan tertentu.

Loh, ini akun gue kenapa lo yang ribet? Oke, itu emang akun lo. Tapi yang make bukan lo aja keles, patuhilah aturan bermain online sebagaimana mestinya. Bukan malah posting kata-kata jorok dan semacamnya sebab ini lingkupnya ‘dapat dilihat seluruh dunia’ kenyamanan umum menjadi utama.

Nah… apa masih gak mau pilih-pilih temen?

Percakapan via inbox saya dengan seorang teman

T : “Dia orangnya baik ya, gak sombong.”

Saya : “Iya, sok aja kenalan.”

T : “Tadi udah aku add, 2 minutes ago Nida Nur Fadillah langsung dikonfir. Berarti baik ya.”

Saya : “Ya bukan karena ngeadd langsung dikonfir lah.”

T : “Kan kalau orang sombong pasti pilih-pilih gak bakalan langsung konfirmasi.”

Saya : “Berarti gue sombong yak? Lebih dari 400 permintaan pertemanan kagak dikonfir. Ya kan akun fb ini udah kayak rumah sendiri. Hak gue dong mau nerima tamu yang masuk ke kehupan gue tuh yang mana.” (Tentu ngomong begini di dalam hati)

Percakapan pun berhenti sampai di situ. Menyisakan tampang kusut di wajah. Sudah beberapa hari tak disetrika, hehe.

Guys, kita tak tahu menahu tabiat masing-masing insan. Apalagi bila sekadar tahu di sosmed. Ibarat di belakang layar saja, artis papan atas favorit kita pun belum tentu baik dijadikan teman. Bisa jadi ia membawa manfaat atau menyuntikkan banyak hal mudharat. Mari kita memilih yang terbaik untuk hidup kita masing-masing. []

loading...
loading...