ISLAMPOS
Media Islam Generasi Baru

Negeri Darurat Kasus Pembunuhan

Foto hanya ilustrasi, sumber: Daily Expres
0

Oleh: Ana Aprilia
ana.aprilia@student.upi.edu

 

KASUS pembunuhan di negeri ini tampaknya kian hari semakin marak saja. Misalnya beberapa minggu kemarin publik kembali dikagetkan oleh berita pembunuhan sadis yang terjadi dalam dua hari berturut-turut. Pada hari Senin (9/1/17) mahasiswi Universitas Esa Unggul bernama Tri ditemukan tewas bersimbah darah di rumah kosannya akibat tusukan di leher. Belum tuntas satu kasus, esoknya, Selasa (10/1/17) terdengar lagi kasus pembuhunan yang baru. Murniati, mahasiswi Universitas Muhammadiyah Jakarta, tewas di rumahnya setelah dihajar kakak kandungnya sendiri.

Kedua kasus tersebut mungkin hanyalah pucuk dari fenomena gunung es. Pasti telah banyak kasus serupa terjadi di negeri ini baik yang termuat dalam pemberitaan media massa maupun tidak. Banyak faktor yang menyebabkan hal ini terus berulang. Namun salah satu faktor yang kentara biasanya adalah karena hukuman yang diberikan tidak mampu memberikan efek jera.

Peristiwa ini seharusnya cukup menjadi bukti bahwa negeri ini dalam kondisi yang darurat dan memerlukan penanganan yang sesegera mungkin. Dalam hal ini, penerapan Islam secara menyeluruh merupakan solusi yang tepat. Saat aturan Islam diterapkan maka sanksi qisas atau hukuman mati akan dijatuhkan pada pelaku pembunuhan yang disengaja. Jika tidak disengaja, maka pelaku wajib membayar diyat atau denda kepada keluarga korban setara 100 ekor unta yang 40 diantaranya dalam keadaan bunting.

Sungguh, qisas bukanlah hukuman yang keji dan tak manusiawi seperti yang sering dipropagandakan orang-orang nonmuslim dan fasik. Tidak seperti hukuman yang dibuat manusia, qisas mampu menjadi pencegah (jawazir) atas terulangnya kasus serupa karena memberikan efek jera bagi pelaku dan menjadi pelajaran bagi yang lain. Selain itu, qisas juga berfungsi sebagai penebus dosa (jawabir) bagi pelakunya, dan fungsi ini tentunya tak berlaku bagi hukumbuatan manusia. Dalam kata lain, Qisas merupakan bentuk kasih sayang Allah Swt. kepada kita selaku mahluknya, seperti firman-Nya dalam QS. Al-Baqarah: 179,

“Dan dalam qisas itu ada (jaminan kelangsungan) hidup bagimu wahai orang-orang  yang berakal, supaya kamu bertaqwa”

Akhirnya, mengadopsi satu hukum Islam untuk menuntaskan satu problematika saja tak hanya tepat. Hukuman qisas ini akan mampu menekan angka dan bahkan menghilangkan kasus pembunuhan jika aspek kehidupan yang lainnya pun sama-sama diatur oleh Islam.

Penerapan hukum Islam seharusnya tidak dijadikan pilihan terakhir saat manusia telah merasa buntu dengan hukum buatannya yang gagal. Akan tetapi, penerapan hukum Islam sejatinya merupakan konsekuensi dari aqidah yang tidak bisa ditawar lagi. []

loading...
loading...