ISLAMPOS
Media Islam Generasi Baru

Nabi Yusuf Bukan Lelaki Paling Tampan?

Foto: Pixabay
0

SIAPAKAH lelaki paling tampan? Jika ada pertanyaan demikian, pasti kita akan menjawab bahwa Nabi Yusuf Alaihis Salamlah lelaki paling tampan di muka bumi ini. Ya, sebab telah dikatakan dalam suatu riwayat bahwa beliau-lah yang paling tampan. Tapi, apakah hal itu benar?

Dalam konsultasisyariah.com dijelaskan bahwa ulama berbeda pendapat tentang siapakah lelaki yang paling tampan.

Pendapat pertama, yang paling tampan adalah Nabi Yusuf. Di antara dalilnya adalah ayat, “Tatkala wanita-wanita itu melihatnya, mereka kagum dengan keelokan wajahnya, dan mereka melukai (jari) tangannya dan berkata, ‘Maha sempurna Allah, ini bukanlah manusia. Sesungguhnya ini tidak lain hanyalah malaikat yang mulia’,” (QS. Yusuf: 31).

Dan hadis dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu, dimana Nabi ﷺ bersabda, “Yusuf diberi setengah ketampanan,” (HR. Ahmad 14050 dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth).

Disebutkan pula dalam hadis riwayat muslim, Nabi ﷺ menceritakan peristiwa Isra Mi’raj yang beliau alami. Ketika beliau di langit ketiga, beliau bertemu dengan Yusuf. Komentar Nabi ﷺ ketika ketemu beliau, “Di sana saya bertemu Yusuf Alaihis Shalatu was Salam, ternyata beliau diberi setengah ketampanan,” (HR. Muslim 429).

Ibnul Qoyim menjelaskan makna hadis, “Kesimpulan yang bisa dipahami dari hadis bahwa Yusuf ‘Alaihis Salam secara khusus memiliki setengah ketampanan semua manusia. Sementara setengah setampanan sisanya terbagi pada semua manusia lainnya,” (Badai al-Fawaid, 3/723).

Kedua, orang yang paling tampan adalah Nabi Adam ‘Alaihis Salam. Di antara dalil yang mendukung pendapat ini, hadis dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu, Nabi ﷺ bersabda, “Allah menciptakan Adam dengan rupa sama seperti wajahnya,” (HR. Bukhari 6227 & Muslim 2841).

Dalam riwayat lain, Nabi ﷺ juga bersabda, “Apabila kalian menghukum orang lain, jauhi wajah. Karena Allah menciptakan Adam dengan rupa seperti wajahnya,” (HR. Muslim 2612).

Kita tidak membahas makna kalimat ‘seperti wajahnya’, yang jelas hadis ini menunjukkan betapa wajah Nabi Adam ‘Alaihis Salam adalah wajah yang indah. Di samping itu, Adam adalah bapak semua manusia, dan semua ketampanan yang dimiliki keturunannya adalah cipratan dari Adam.

Sementara hadis di atas, bahwa “Yusuf diberi setengah ketampanan.” Maknanya, Yusuf diberi setengah ketampanan Nabi Adam. Pendapat ini disebutkan Ibnu Katsir dalam kitabnya al-Bidayah wa an-Nihayah (1/97).

Ketiga, orang yang paling tampan adalah Nabi Muhammad ﷺ. Ibnul Qoyim menyebutkan pendapat ini, “Sebagian ulama menyebutkan, maksud hadis bahwa Yusuf diberi setengah ketampanan yang dimiliki Muhammad ﷺ. Sehingga, Nabi ﷺ berada di puncak ketampanan, sementara Yusuf hanya mencapai setengah ketampanan beliau.

Selanjutnya, Ibnul Qoyim menyebutkan alasan pendapat ini, “Mereka beralasan, bahwa ini sesuai dengan hadis riwayat Turmudzi dari Qatadah, dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘Anhu, yang mengatakan, ‘Tidaklah Allah mengutus nabi, kecuali berwajah tampan, dan suaranya bagus. Dan Nabi kalian ﷺ adalah orang yang paling tampan wajahnya dan paling indah suaranya’,” (Badai al-Fawaid, 3/723).

Apapun itu, yang lebih penting kita memahami bahwa derajat kemuliaan manusia di sisi Allah tidak diukur dari neraca fisik, namun kembali kepada taqwa. Kita berusaha untuk meniru taqwanya para nabi dan bukan ketampanan para nabi. []

 

loading...
loading...