islampos
Media islam generasi baru

Muslim Uighur Paling Bahagia di Dunia?

An ethnic Uighur man plays with his grandson in the old district of Kashgar city, in Xinjiang province August 4, 2011. The biggest threat to China's grip on its ethnically divided far western frontier comes from homegrown anger exploding in violence, not from Pakistan-based terrorists officials have blamed for the latest bloodshed. China said ringleaders of the separatist "East Turkestan Islamic Movement" (ETIM) who trained in Pakistan orchestrated the assault on Sunday that killed six in Kashgar city, Xinjiang region, where many Muslim Uighurs resent the presence of Han Chinese people. REUTERS/Carlos Barria (CHINA - Tags: POLITICS RELIGION CIVIL UNREST IMAGES OF THE DAY)
0

CINA—Seorang pejabat senior Cina dilaporkan telah merilis pernyataan yang mengejutkan. Di mana ia mengatakan bahwa Umat Muslim Xinjiang, adalah orang yang paling bahagia di dunia.

Meski beberapa waktu lalu pernah terjadi kekerasan antara etnis Uighur yang mayoritas beragama Islam dengan etnis mayoritas Han yang memakan banyak korban.

Dikutip dari Xinjiang Daily pada Kamis (24/8/2017), Ailiti Saliyev, Deputi Publikasi Asing Xinjiang, memberikan pernyataan bahwa Xinjiang adalah provinsi yang stabil, harmonis, makmur, terbuka dan modern. Ia juga memberikan pernyataan bahwa banyak pengunjung yang datang akan melihat bahwa pemberitaan media asing akan Xinjiang berlawanan dengan kenyataan.

“Banyak orang yang mengatakan dari dasar hatinya bahwa: umat Muslim paling bahagia di dunia hidup di Xinjiang,” tulis Ailiti di Xinjiang Daily.

Ia juga menambahkan bahwa kekerasan yang terjadi di Xinjiang adalah akibat tindakan kelompok ekstrim dan juga dibesar-besarkan oleh media asing.

“Kelompok ekstrim bekerja sama dengan barat untuk menyebarkan rumor, memfitnah dan menjelekan nama Xinjiang di media asing,” tambah Ailiti.

Pernyataan tersebut dirasa sangat janggal dan kontroversial dikarenakan banyak peraturan dikeluarkan oleh Pemerintahan Komunis Cina yang membuat kehidupan beragama Islam di Xinjiang terganggu seperti larangan berpuasa di bulan suci Ramadhan dan larangan menggunakan nama-nama religius seperti Muhammad atau Ali.
Sementara itu menurut data statistik dari Cato Institute negara Muslim paling bahagia di dunia adalah Uzbekistan yang dinilai berdasarkan nilai rendah dari Misery Index Score-nya. []

loading...
loading...