islampos
Media islam generasi baru

Muhammadiyah: Standardisasi Khatib Itu Tak Perlu

Foto: Media Garuda
0

JAKARTA–Haedar Nashir, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, mengatakan wacana soal standardisasi khatib itu tidak perlu dilakukan, karena dakwah seharusnya tumbuh secara alami.

“Tidak perlu ada standardisasi maupun sertifikasi mubaligh, biarkan itu tumbuh secara kultural,” katanya, dikutip dari laman resmi Muhammadiyah, di Jakarta, Jumat (17/2/2017).

Tugas dai, ustaz, dan pendakwah, lanjut Haedar, itu lahir dari masyarakat secara alamiah. Hal yang seharusnya perlu dilakukan adalah meningkatkan kualitas dan memperbanyak pendakwah ke berbagai daerah dan memperluas jangkauannya hingga ke pelosok negeri, agar dapat menjangkau umat yang memerlukan bimbingan keagamaan.

Apabila terlalu fokus pada standardisasi, Haedar khawatir kurang tepat sasaran dalam meningkatkan kualitas dakwah Islamiyah. Tetapi malah banyak unsur umat yang tidak terbina karena adanya standardisasi.

Sebelumnya, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin merencanakan pemerintah akan mengawal program standardisasi khatib Jumat. Pemerintah akan memposisikan diri sebagai fasilitator standarisasi, sementara pelaksanaannya dilakukan oleh ormas Islam.

Lukman mengatakan, standardisasi merupakan usulan dari masyarakat yang khawatir khutbah Jumat kerap diiisi dengan pesan-pesan radikalisme. Untuk itu, standardisasi khatib Jumat diusulkan agar dapat menekan radikalisme yang dapat tersebar dari mimbar Jumat. Dalam beberapa kasus, Lukman mengatakan terdapat penceramah yang dalam khutbahnya justru mengajak kepada perpecahan dan mengancam persatuan umat. []

loading...
loading...