islampos
Media islam generasi baru

Mufti Al-Quds Kecam UU Israel yang Larang Azan Gunakan Pengeras Suara

Foto: The Telegram NNC Portal
0

YERUSALEM – Mufti Besar Yerusalem Al-Quds Syaikh Muhammad Ahmad Hussein mengecam keras undang-undang kontroversial rezim Israel yang melarang penggunaan speaker untuk azan. Ia juga menegaskan bahwa Israel tidak memiliki hak untuk menghalangi praktik keagamaan umat Islam.

Syaikh Muhammad Ahmad Hussein, yang juga seorang pengkhotbah di Masjid al-Aqsha, mengatakan panggilan azan menggunakan pengeras suara akan terus dilakukan di Yerusalem Timur al-Quds. Dan dia juga menekankan bahwa Palestina tidak akan pernah mengakui RUU yang menyasar keyakinan agama dan ritual umat Islam.

Ahmad Hussein mengatakan rezim Israel mengizinkan parlemen Knesset meloloskan peraturan apapun tanpa pertimbangan yang tepat. Ia menambahkan bahwa RUU itu berpengaruh pada kebebasan beragama di Palestina.

Sebelumnya pada hari Rabu, RUU untuk melarang azan menggunakan pengeras suara di masjid-masjid di Yerusalem Timur al-Quds dan di wilayah tanah Palestina lainnya, mendapat persetujuan di parlemen Israel. Larangan itu akan berlaku dari pukul 11 malam hingga pukul 7 pagi.

Selama sesi voting, anggota parlemen Arab Israel MK Ahmad Tibi, yang juga pemimpin Gerakan Arab untuk Perubahan (Ta’al), merobek proposal RUU tersebut.

“Islam lebih kuat daripada kalian semua,” teriaknya di podium Knesset seperti disitat dari Press. 

Anggota Kneset yang lain, Ayman Odeh juga menyebut hal itu sebagai serangan terhadap warga Arab Israel.

“Ini merupakan serangan terhadap masyarakat Arab, terhadap kehadiran orang Arab di Israel, terhadap bahasa Arab dan terhadap keberadaan kami di kawasan ini,” tegas Odeh. [fq/islampos]

loading...
loading...