MKD Tunggu Kasus Setnov selesai

0

JAKARTA –Hasil sidang Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) Kamis (16/11/2017) memutuskan untuk tidak menyelidiki kemungkinan pelanggaran etika oleh Ketua DPR RI Setya Novanto (Setnov) yang terlibat dugaan korupsi e-KTP.

Dalam Sidang MKD itu disinggung soal penonaktifan Setnov dari jabatannya sebagai ketua DPR RI. Namun, Adies Kadir, anggota MKD dari Fraksi Golkar, menyebut keputusan nonaktif tidak bisa diambil karena status Setnov masih tersangka.

“Karena statusnya masih tersangka, MKD belum dapat menindaklanjuti (dugaan pelanggaran etika Setya),” kata Adies di Gedung DPR, Jakarta seperti dilansir dari BBC Indonesia, Kamis (16/11).

Adies menambahkan bahwa MKD mengambil keputusan untuk tidak menindaklanjuti dugaan pelanggaran etika itu atas dasar pasal 87 UU No. 17/2014 tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD (MD3).

Pasal itu menyebut tujuh alasan pemberhentian pimpinan DPR dengan dua di antaranya karena pelanggaran etika atau sumpah jabatan dan dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana yang diancam penjara lebih dari lima tahun.

“Karena masih ditangani aparat penegak hukum, kami menunggu penanganan kasus. Hasil itulah yang nanti akan kami tindaklanjuti,” tutur Adies.

“Praperadilan juga sudah diajukan Setya Novanto. Makin banyak aparat hukum yang menangani kasus itu. Untuk etika, kami tunggu kasus hukum itu selesai.”[]

Langganan newsletter Kami
Langganan newsletter Kami
Daftar dan dapatkan informasi update dari Kami langsung ke Inbox e-mail Anda
Kamu dapat berhenti berlangganan kapanpun

Maaf Anda Sedang Offline