Mimpi Gadis Timor Leste Majukan Desa Melalui RGI

1 116

DEPOK – Berita tentang pendaftaran untuk santri baru Rumah Gemilang Indonesia (RGI) Desember lalu, akhirnya sampai juga di telinga Kurnia (22 th) gadis asal Desa Baucau, Timor Leste. Ketika mendapat informasi tentang RGI, anak ketiga dari delapan bersaudara ini mengaku langsung tertarik dan ingin belajar. Kini, Kurnia pun berhasil lolos menjadi salah satu santri jurusan Aplikasi Perkantoran.

Ketika ditanya kenapa memilih jurusan aplikasi perkantoran, Kurnia mengaku dirinya kelak ingin menjadi seorang guru atau dosen untuk membangun pendidikan di desanya. Ia berharap dengan kemampuannya nanti mampu mendukung ia untuk bekerja setelah lulus RGI. Dan uangnya akan digunakan untuk biaya kuliah dalam menempuh cita-citanya itu.

Kurnia kecil hidup dengan damai dan bahagia di Desa Baucau, Timor Leste. Namun karena konflik yang terjadi di tahun 1999 ia dan keluarga terpaksa mengungsi ke daerah Oematnunu, Kupang Barat, NTT. Disinilah Kurnia tumbuh dengan baik hingga sekarang bersama keluarganya.

Setelah lulus SMA, Kurnia pun ingin melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi. Sayang karena faktor ekonomi ia harus menunda keinginannya tersebut. Kondisi pendidikan di desanya di Desa Boneana, Oematnunu, Kupang Barat, NTT masih terbilang minim.

“Saya ingin sekali menjadi guru. Minimal nanti saya bisa membangun PAUD di desa saya, agar anak-anak di lingkungan saya bisa menikmati pendidikan sejak usia dini,” kata Kurnia.

Jalan menuju impian mulianya itu nampaknya masih panjang. Kini ia harus melewati 6 bulan masa pelatihan di RGI bersama santri lainnya yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia. Memasuki masa belajar 1 bulan ini ia mengaku bahagia menjadi santri RGI. Suasana di RGI membuatnya begitu nyaman.

Meski ini adalah program gratis bagi generasi muda tidak mampu namun fasilitas dan lingkungan RGI menurutnya begitu spesial. Materi yang diajarkan juga tak hanya tentang keterampilan sesuai dengan jurusan yang diambil. Tetapi juga dilengkapi dengan ilmu agama dan etika agar semua lulusannya menjadi insan yang gemilang.

“Saya banyak mendapat motivasi disini agar kedepan bisa menjadi manusia yang lebih baik lagi. Dan saya optimis bisa mewujudkan cita-cita saya,” ujar Kurnia. []

loading...
loading...