ISLAMPOS
Media Islam Generasi Baru

Metro TV Sebut Reuni 212 Aksi Intoleran, GNPF Ulama: Biar Masyarakat Menilai

0

JAKARTA — Metro TV beberapa waktu lalu melalui salah satu programnya menyatakan bahwa para pengikut aksi Reuni 212 adalah kaum intoleransi, yang merayakan kemenangan dari praktek intoleransi atas luka korban intoleransi dengan berpolitik.

Hal itu dikatakan dalam editorial berjudul ‘Meneladani Toleransi Sang Nabi’. Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua GNPF Ulama, Zaitun Rasmin menyatakan biar masyarakat umum yang menilai siapa yang intoleran.

“Masyarakat saat ini sudah cerdas. Biarkan mereka yang menilai. Apakah yang bereuni atau yang berkomentar yang melakukan intoleran,” katanya kepada Islampos.com, Selasa (05/12/2017) di Gedung MUI Pusat, Jakpus.

Menurutnya, saat reuni 212 yang dilakukan 2 Desember lalu ada pemeluk agama lain yang hadir. Ini membuktikan aksi reuni bukan aksi intoleran.

“Jadi itu kita serahkan pada masyarakat siapa yang tidak toleran. Yang menghimbau persatuan, menjaga NKRi, atau mereka yang suka berkomentar miring tentang toleransi umat Islam,” pungkasnya.

Zaitun menjelaskan jika aksi reuni disebut intoleran terkait menuntut penista agama dihukum, berarti tidak menghargai hukum.

“Kan tidak ada perlakuan lain kecuali menuntut penegakan hukum. Tentang demo atau unjuk rasa diatur dalam Undang-undang,” jelasnya. []

Reporter: Tommy

Langganan newsletter Kami
Langganan newsletter Kami
Daftar dan dapatkan informasi update dari Kami langsung ke Inbox e-mail Anda
Kamu dapat berhenti berlangganan kapanpun
loading...
loading...