Meski Ada 1 Paslon, Kandidat Ini Kalah oleh Kotak Kosong

Foto: Suara Indonesia
5 132

ADA yang unik dalam pilkada yang digelar di daerah Pati, Jawa Tengah. Jika di daerah lain calon kepala daerah terdiri dua pasangan calon atau lebih, namun di Pati ini hanya ada satu pasangan calon saja.

Karena hanya satu pasangan calon yang mendaftar, maka mereka diharuskan untuk melawan kotak kosong atau kotak tanpa nama pasangan calon tertentu.

“Kotak kosong” disediakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk daerah yang hanya memunyai satu pasangan calon kepala daerah. Jika pemilih lebih banyak memberikan suara untuk “kotak kosong”, maka pilkada harus diulang.

Baca juga: Soal Kotak Kosong di Pilkada Pati, Ini Pernyataan Ralat Mendagri

Dan uniknya lagi, meski hanya terdiri satu paslon saja, akan tetapi masyarakat lebih memilih kotak kosong.

“Kabupaten Pati hanya memunyai satu pasangan kandidat, yakni calon petahana Haryanto-Saiful Arifin (Harfin). Jadi mereka diharuskan melawan ‘kotak kosong’. Tapi, setelah penghitungan suara, calon petahana itu justru kalah,” tutur Tjahjo di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (16/2/2017).

Uniknya lagi, kata Tjahjo, kekalahan mereka terjadi di Pati yang notabene kabupaten padat penduduk.

Kabupaten Pati, terus Tjahjo, memunyai 1,5 juta penduduk. Sementara kandidat Harfin didukung banyak partai politik. “Meski banyak parpol pendukung, ‘kotak kosong’ tetap menang,” tukasnya. Tercatat, pasangan ini diusung delapan partai politik, yaitu PDIP, Golkar, Gerindra, Demokrat, PKB, PKS, Partai Hanura dan PPP.

Tjahjo menuturkan, peristiwa unik tersebut sudah dilaporkan kepada Presiden Joko Widodo, berbarengan dengan dokumentasi hasil pilkada serentak.

“Saya tadi sudah melaporkan kepada presiden soal pelaksanaan Pilkada berjalan aman, dibantu TNI, Polri, BIN (Badan Intelijen Negara). Bagus semua,” terangnya. []

Sumber: Suara.com

loading...
loading...