Merenungi Musibah

0

Feby Arma Putra
febyarmaputra@gmail.com

ADZ-Dzahabi berkata: “Andai manusia merenungi antara musibah yang dialami dengan dosa-dosanya, niscaya ia akan merasa berhak untuk menerima musibah yang lebih besar. Tetapi Allah berfirman: “Dan apa saja musibah yang menimpamu dengan sebab perbuatan tanganmu, dan Allah memaafkan banyak (dari kesalahan-kesalahanmu).” ((Asy-Syuro:30), Siyar Alamin Nubala 4/105 Karya Imam Adz-Dzahabi)

Keluhan lebih sering keluar dari lisan kita ketika kita tertimpa musibah. Seiring dengan meningkatnya keimanan kita maka bekurang juga keluhan yang keluar dari lisan kita, berganti dengan pikiran positif dan dzikir kepada Allah Subhanallahu Wata’ala.

Mari sejenak kita bertafakur, merenungi dan memikirkan apa saja yang telah kita perbuat selama hidup di dunia ini. Dari lahir sampai usia kita yang sekarang ini, atau tidak usah dari lahir, dari saat kita baligh saja. Mungkin dari usia 12 tahun ke atas. Luangkan waktu sejenak untuk merenung. Sudah berapa kali kita meninggalkan sholat wajib? Sudah berapa kali kita membatalkan puasa? Sudah berapa kalikah kita berbohong kepada orang lain? Mungkin banyak di antara kita yang menjawab dengan “tak terhitung”. Begitu banyak dosa-dosa yang telah kita perbuat sejauh ini.

Lalu masihkah kita bertanya, mengapa musibah ini menimpa diri kita? Masihkah kita menyalahkan Allah Subhanallahu Wata’ala atas semua kesulitan dan kesempitan yang menimpa kita selama ini?

Tahukah bahwa sesungguhnya bencana yang menimpa kita itu pada prinsipnya adalah akibat dari perbuatan kita sendiri. Gunungan dosa yang telah kita perbuatlah yang menyebabkannya, bukan yang lain. Jika kita membayangkan tumpukan dosa tersebut, seharusnya kita layak menerima musibah yang lebih besar dari yang terlah kita terima selama ini.

Semoga Allah Azza Wa Jalla mengampuni dosa-dosa yang telah kita lakukan. Bersyukurlah dengan sebenarnya kepada Allah, syukur yang kita ucapkan dengan lisan, kita yakini dalam hati dan membuat kita meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita, bukan sekedar kamuflase lisan karena ternyata Allah secara tidak kita ketahui telah banyak mengampuni dosa dan kesalahan kita.

Allah Subhanallahu Wata’ala berfirman: “Dan apa saja musibah yang menimpamu dengan sebab perbuatan tanganmu, dan Allah memaafkan banyak (dari kesalahan-kesalahanmu).” ((Asy-Syuro:30),

Sungguh kasih sayang dan Rahmat Allah Subhanallahu Wata’ala begitu besar, malu rasanya jika tidak bertobat dan terus berkubang dalam perbuatan dosa. Astaghfirullah al-adzim. []

Kirim RENUNGAN Anda lewat imel ke: islampos@gmail.com, paling banyak dua (2) halaman MS Word. Sertakan biodata singkat dan foto diri.

loading...
loading...
Langganan newsletter Kami
Langganan newsletter Kami
Daftar dan dapatkan informasi update dari Kami langsung ke Inbox e-mail Anda
Kamu dapat berhenti berlangganan kapanpun

Maaf Anda Sedang Offline