• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Minggu, 11 Oktober 2026
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos
[adinserter block="1"] [adinserter block="17"]

Menguak Asal-usul Kata ‘Lebaran’

by Sodikin
9 tahun ago
in Tahukah Anda
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Ilustrasi. Foto: DW

Ilustrasi. Foto: DW

[adinserter block="3"] [adinserter block="19"]

IDUL Fitri adalah hari istimewa bagi umat Muslim di seluruh dunia, tak terkecuali di Indonesia. Tak hanya terkenal dengan tradisi mudik-nya, Indonesia juga punya tradisi ‘maaf-maafan’ atau sering disebut dengan istilah ‘Halal bil halal.’

Uniknya, Idul Fitri di Indonesia punya sebutan lain untuk Idul Fitri yakni ‘Lebaran.’ Tidak jelas dari mana asal-usul kata ‘Lebaran’ ini. Sebagian menganggap kata Lebaran ini berasal dari Bahasa Jawa ‘lebar’ (usai), Bahasa Madura ‘lober’ (tuntas), Bahasa Sunda ‘lebar’ (melimpah ruah atau kadang juga disebut ‘boboran’), atau Bahasa Betawi ‘lebar’ (luas dan dalam).

Sedangkan Idul Fitri sendiri berasal dari bahasa Arab ‘id al-fitr yang berarti “kembali kepada fitrah” atau kesucian sebagaimana bayi yang baru lahir di dunia ini.

Apapun asal-usulnya, yang jelas kata Lebaran mengandung makna tuntas, komplit, atau usai. Maksudnya tuntas menjalankan puasa selama sebulan penuh sehingga diharapkan hati dan pikiran umat Islam semakin luas, legowo, dan melimpah ‘ruah’ dengan pintu maaf. Inilah makna terpenting dari Lebaran.

ArtikelTerkait

5 Pertanyaan di Hari Kiamat

5 Hal yang Harus Selalu Kamu Jadikan Rahasia dalam Hidup

7 Karakter Mulia Pecinta Kucing: Rezekinya Mengalir dari Arah Tak Terduga

Kenapa Ada Orang yang Sering Bangun Pukul 3 Pagi?

Kata Lebaran ini bukan hanya dipakai untuk Idul Fitri atau Idul Adha (Lebaran Haji) saja tetapi juga untuk “Lebaran Cina” yaitu untuk menandai tahun baru dalam sistem kalendar Tionghoa. Menariknya, kata ini tidak dipakai untuk menyebut Hari Raya Natal. Tidak ada istilah “Lebaran Natal” tetapi cukup “Natalan.”

Dalam tradisi Jawa khususnya, menurut budayawan Umar Khayam, tradisi lebaran seperti yang kini lazim dipraktikkan oleh kaum Muslim di Jawa dan lainnya ini bermula sejak abad ke-15, yakni sejak diperkenalkan oleh Sunan Bonang, salah satu anggota Wali Songo yang berjasa dalam penyebaran Islam di Pulau Jawa (silakan simak studi Ahmad Sunyoto, Atlas Wali Songo).

Sunan Bonang inilah yang konon awalnya memperkenalkan tradisi Lebaran dengan meminta umat Islam untuk saling bermaaf-maafan sebagai “penyempurna” atas pengampunan atau permaafan yang diberikan Allah SWT. Dengan kata lain, dengan puasa, Allah SWT telah mengampuni atau memaafkan dosa-dosa umat Islam yang dilakukan kepada-Nya, maka dengan saling memaafkan satu sama lain, dosa dan kesalahan kepada sesama juga menjadi termaafkan. []

Sumber: http://www.dw.com/id/ritual-lebaran-ritual-permaafan/a-39333325

Tags: Idul FitrilebaranMudik
ADVERTISEMENT
Previous Post

Ini Dia Sunnah-sunnah Hari Raya

Next Post

Keteladanan Imam Bukhari

Sodikin

Sodikin

Related Posts

Sakaratul Maut, amal, Penghalang Rezeki, Arwah, Shalat Malam, renungan ramadhan, PMO, Keutamaan Pemimpin yang Adil, Shalat Malam, Orang yang Dibenci oleh Allah SWT, Kesabaran, Ulil Amri, Ibnu Abbas, Hari Kiamat

5 Pertanyaan di Hari Kiamat

13 Juli 2025
Ngabuburit, Prinsip Kebahagiaan, Muslim yang Bersyukur, Ikhlas, Target, Rahasia

5 Hal yang Harus Selalu Kamu Jadikan Rahasia dalam Hidup

10 Juli 2025
Tanda Kucing Sayang sama Kamu, Kucing

7 Karakter Mulia Pecinta Kucing: Rezekinya Mengalir dari Arah Tak Terduga

9 Juli 2025
Manfaat Tidur di Awal Malam, Bahaya Tidur Sore untuk Kesehatan, Penyebab Tidur Tidak Teratur, Ketindihan, Tidur di Awal Malam, Cara Mengatasi Insomnia, Adab Tidur, Bangun

Kenapa Ada Orang yang Sering Bangun Pukul 3 Pagi?

8 Juli 2025
Please login to join discussion

Tulisan Terbaru

Melakukan Perubahan, sifat jujur, orang yang meninggalkan shalat, istidraj, FITNAH, SYAHWAT, maksiat, bunuh diri, dosa, maksiat, taubat

5 Alasan Jangan Mengungkit Dosa Masa Lalu Seseorang yang Sudah Bertaubat

by Yudi
14 Juli 2025
0

agar tidak mengulangi dosa, mengganti shalat wajib, dosa jariyah, mandi, dosa, shalat

Jangan Tinggalkan Shalat Meski Badan Kotor saat Kerja, Tidak Semua Kotor Itu Najis

by Yudi
14 Juli 2025
0

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

by Dini Koswarini
14 Juli 2025
0

Cerai, Sebab Zina Dilarang dalam Islam, zina, Penyebab Lelaki Selingkuh, Talak

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999!

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Terpopuler

No Content Available
Facebook Twitter Youtube Pinterest Telegram

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.