islampos
Media islam generasi baru

Mengaku Diselundupkan, 3 Warga Somalia Diamankan Aparat Riau

Foto: The Fifth Column
0

SELATPANJANG–Tiga warga Somalia telah diringkus aparat Imigrasi Selatpanjang, di Pelabuhan Tanjung Harapan, Riau. Mereka mengaku telah membayar 2.000 USD perorang pada calo untuk menyusupkan mereka ke Riau. Setelah diselundupkan mereka akan melanjutkan perjalanan ke Medan, Sumatera Utara.

Kepala Kantor Imigrasi Selatpanjang Tohadi di Meranti, Kamis (23/3/2017) mengungkapkan, ketiganya berangkat dari Malaysia dengan menggunakan jasa calo menuju Pulau Merbau menggunakan kapal kayu selama 12 jam. Mereka juga berupaya untuk mendapatkan suaka dari Badan Pengurus Pengungsi PBB (UNHCR).

Ketiga warga negara Somalia yang ditangkap ini di antaranya seorang remaja laki-laki, Abdi Salan Elmi Ismail (21), satu orang perempuan, Saaimah (23) dan anak balitanya Amai Sarmake Omar (20 bulan).

Informasi yang dirangkum, mereka diamankan saat berada diatas kapal kayu KM Jelatik Express yang sedang sandar di pelabuhan penumpang sekira pukul 14.00 WIB.

Menurut Tohadi, petugas diwilayah hukumnya minim sehingga menyulitkan dalam memantau kedatangan orang asing secara ilegal.

“Sebelumnya kita sempat sekali kecolongan oleh ulah imigran asing asal Somalia ini. Mereka juga sempat bermalam d Hotel Lily Selatpanjang. Namun, tidak membuat mereka lolos dari petugas Imigrasi Dumai,” ungkapnya.

Dari ketiga warga Somalia itu, disebutkan Tohadi, hanya Abdi yang memiliki paspor. Sementara kepada petugas Saaimah beralasan jika paspornya ditahan oleh petugas fasilitas pelayanan umum rumah sakit di Malaysia.

Sementara Abdi kepada wartawan Antara mengaku, dirinya datang ke Indonesia disebabkan trauma berkepanjangan karena sering dianiaya serta mengalami tindak kekerasan di negaranya.

BACA JUGA:
Bantu Somalia, Turki Kirim Bantuan 1 Miliar Dolar
Bencana Kelaparan Semakin Parah, PKPU Berangkatkan Tim Bantuan Kemanusiaan ke Somalia
Alami Kekeringan, Somalia Nyatakan Darurat Bencana Nasional

Hal yang sama juga dialami Saaimah, selain mengalami kekerasan dari pihak tertentu ia juga mendapat perlakuan kekerasan dalam rumah tangga yang dilakukan suaminya.

Ia mengaku jika suaminya juga sudah meninggalkan Somalia untuk mencari suaka di negara China.

Saat ini ketiganya diamankan di Kantor Imigrasi Selatpanjang untuk diserahkan ke Rumah Detensi Imigrasi Pekanbaru, Riau.

Dalam sebulan terakhir, Riau menjadi sasaran WNA tanpa kelengkapan dokumen sah, baik yang sekadar transit atau menjadi tujuan.

Pertengahan Maret 2017, Kanwil Kemenkumham Riau mendeportasi sembilan warga negara Bangladesh yang ditangkap tim patroli angkatan laut di perairan Rupat, Kabupaten Bengkalis.

Menurut Sutrisno, Kadiv Imigrasi Kanwil Kemenkum dan HAM Riau kesembilan WN Bangladesh itu adalah MD Abdullah, Sajib Miah, Afsar Uddin, MD Minarul Islam Shek, MD Shadin Molla, MD Rashid Sheikh, MD Zahir Uddin Akanda, Mohammad Hafizur Rahman dan Gafur.

Penangkapan WN Bangladesh itu merupakan yang kedua kalinya dalam kurun waktu dua bulan terakhir. Sebelumnya, 14 WN Bangladesh juga ditangkap oleh jajaran Polres Rokan Hilir.

Bedanya, ke-14 WN Bangladesh tersebut masuk ke Indonesia melalui Bandara Kualanamu, Sumatera Utara. Mereka juga telah lebih dulu dipulangkan ke negara asalnya beberapa waktu lalu. []

Sumber: Antara, Kamis (23/3/2017).

loading...
loading...