islampos
Media islam generasi baru

Memohon Ketenangan Batin dengan Istighfar

Foto: intervarsity.org
0

“Maka, aku katakan kepada mereka: “Mohon ampunlah kepada Rabb-mu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun. Niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat. Dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan pula di dalamnya untukmu sungai-sungai.” (QS. Nuh: 10-12)

PERBANYAKLAH membaca istighfar agar Anda dapat menemukan jalan keluar, mendapatkan ketenangan batin, harta yang halal, keluarga yang salih, dan hujan yang deras. Allah telah jelaskan bahwa jika kita menginginkan harta halal, ketenangan batin dan segalanya, maka yang pertamakali kita lakukan adalah memohon ampun. Karena bisa jadi, segala rizki yang belum Allah turunkan dikarenakan kemaksiatan-kemaksiatan kita pada Allah.

Allah berfirman,

“Dan, hendaklah kamu meminta ampun kepada Rabb-mu dan bertaubat kepada- Nya. (Jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu sampai kepada ivaktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberi kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya,” (QS. Hud: 3).

Dalam sebuah hadits disebutkan: “Barangsiapa memperbanyak istighfar, niscaya Allah akan memberikan jalan keluar untuk setiap kecemasan dan akan membukakan pintu keluar dari setiap kesempitan.”

Anda harus banyak membaca sayyidul istighfar, sebagaimana termuat dalam hadits Shahih Bukhari:

“Ya Allah, Engkau adalah Rabb-ku, tidak ada Ilah selain Engkau. Engkau ciptakan aku, dan aku adalah hamba-Mu. Aku akan menjalankan semua janjiku untuk-Mu dengan segala kemampuanku. Aku berlindung kepada- Mu dari keburukan yang aku lakukan. Aku kembali kepada-Mu dengan segala nikmat-Mu atasku dan aku mengakui dosa-dosaku, maka ampunilah aku karena tidak ada yang memberi ampunan terhadap dosa-dosa kecuali Engkau.”

Maka apa lagi yang hendak kita tunggu? Ingin dilapangkan rizkinya? Ingin ditenangkan hatinya? Maka beristighfarlah, memohon ampun kepada Allah atas maksiat yang telah kita lakukan. []

Referensi: La Tahzan/ Karya: DR. Aidh Al-Qarni/Penerbit: Qisthi Press

loading...
loading...