ISLAMPOS
Media Islam Generasi Baru

Massa FPI dan GNPF Tetap Kawal Sidang Buni Yani

0

BANDUNG –Massa pendukung Buni Yani mulai berdatangan hadiri sidang putusan kasus dugaan pelanggaran UU ITE di Gedung Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispusip), Bandung, Selasa (14/11). Mereka berasal dari berbagai elemen masyarakat seperti FPI, GNPF, Forum Syuhada Indonesia dan Bang Japar.

Jelang sidang, pengamanan diperketat. Hal itu tampak dari diblokirnya area Jalan Seram, tempat berlangsungnya sidang. Polisi telah bersiaga. Kawat besi sepanjang 20 meter juga telah dipasang di halaman gedung arsip.

Kapolrestabes Bandung Hendro Pandowo mengatakan, pengamanan sidang yang dimulai pukul 09.30 WIB itu melibatkan 1.032 personel.
“Ini sidang terakhir dan ada informasi juga massa cukup banyak,” ujar Hendro seperti dikutip dari CNN Indonesia.

Selain kawat berduri, polisi juga mempersiapkan kendaraan taktis. Sebanyak tiga unit mobil barracuda dan satu water canon sudah disiapkan di sekitar lokasi sidang.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut terdakwa dengan pasal 32 ayat (1) juncto pasal 48 ayat (1) UU ITE dengan ancaman dua tahun penjara serta denda Rp100 juta subsider tiga bulan penjara.

Pasal 32 ayat (1) itu berbunyi, “Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum dengan cara apa pun mengubah, menambah, mengurangi, melakukan transmisi, merusak, menghilangkan, memindahkan, menyembunyikan suatu Informasi Elektronik dan atau dokumen elektronik milik orang lain atau milik publik.”

Buni Yani didakwa karena mengunggah potongan video pidato Gubernur DKI Jakarta saat itu, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, terkait pidato di Kepulauan Seribu yang menyinggung Surat Al-Maidah ayat 51.[]

Langganan newsletter Kami
Langganan newsletter Kami
Daftar dan dapatkan informasi update dari Kami langsung ke Inbox e-mail Anda
Kamu dapat berhenti berlangganan kapanpun
loading...
loading...