ISLAMPOS
Media Islam Generasi Baru

KH Ma’ruf Amin: Presiden Batalkan Program Full Day School

Foto: CNN
0

JAKARTA–Kebijakan sekolah seharian yang digagas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mendapat penolakan keras dari sejumlah kalangan, terutama Nahdlatul Ulama (NU). Organisasi Islam itu menilai, sekolah seharian itu melemahkan Madrasah Diniyah.

Penolakan itu disampaikan langsung Rais Aam Pengurus Besar NU (PBNU) KH Ma’ruf Amin kepada Presiden Joko Widodo dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhajir Effendy melalui sebuah pertemuan yang digelar di Istana, Senin (19/6/2017).

Selama beberapa lama pertemuan itu berjalan, akhirnya keluhan yang disampaikan Rais Aam PBNU itu pun dipenuhi oleh Jokowi dan Muhadjir. Lewat jumpa pers, KH Ma’ruf Amin yang ditemani Mendikbud pun mengumumkan keputusan Presiden membatalkan kebijakan Sekolah sehariannya itu.

“Presiden merespons aspirasi yang berkembang di masyarakat dan memahami apa yang jadi keinginan masyarakat dan ormas Islam. Oleh karena itu, Presiden akan melakukan penataan ulang terhadap aturan itu,” kata KH Ma’ruf Amin, lansir Kompas, Selasa (20/6/2017)

Ma’ruf mengatakan, kebijakan yang diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nomor 23 Tahun 2017 akan diganti dengan peraturan presiden. “Presiden berjanji akan melakukan penguatan terhadap posisi Madrasah Diniyah,” tukas KH Ma’ruf.

Berbagai elemen masyarakat, terutama MUI, PBNU, dan Muhammadiyah akan diundang kembali untuk meminta saran dalam penyusunan aturan itu. “Sehingga masalah-masalah yang menjadi krusial di dalam masyarakat akan bisa tertampung di dalam aturan yang akan dibuat itu,” ucap KH Ma’ruf.

Selama sesi jumpa pers hingga tanya jawab berlangsung, hanya KH Ma’ruf yang berbicara dan menjawab pertanyaan wartawan. Sementara Muhadjir hanya berdiri mendampingi Ma’ruf dan tak mengeluarkan pernyataan apapun. []

loading...
loading...