Maraknya Kasus Teror ke Pemuka Agama, Nusron: Pasti Ada Unsur Politiknya

0

JAKARTA— Ketua Koordinator Bidang Pemenangan Pemilu Indonesia I Partai Golkar Nusron Wahid menanggapi hal terkait maraknya kasus teror terhadap para pemuka agama belakangan ini, Nusron menduga hal tersebut erat kaitannya dengan dengan tujuan politik.

“Tidak mungkin orang gila tanda petik kok tiba-tiba secara serentak melakukan penyerangan kepada ulama itu secara simultan dan berbarengan di mana-mana. Ini pasti ada desainernya, ada tanda petik orang gila tanda petik yang menggerakkan orang gila untuk tujuan yang gila. Pasti ada yang mendesain, menunggangi, dan pasti tujuannya politik,” ujarnya.

Nusron memastikan hal tersebut tidak dapat terjadi secara tiba-tiba, dan iapun berharap polisi dapat menemukan dalang dan mengungkapkan motif dibalik semuanya.

“Penyerangan ulama, kami mohon polisi untuk segera mengusut secara tuntas aktor dan dalangnya. Kami tidak yakin kejadian ini kejadian yang terjadi tiba-tiba begitu saja. Pasti ada aktor intelektual atau dalang yang melakukannya,” kata Nusron, pada Rabu (21/2/2018) kemarin.

Ia menduga peristiwa penyerangan itu untuk menurunkan citra polisi dan menciptakan isu polisi tidak kompeten menangani kasus tersebut. Kedua, ia menduga ada upaya menciptakan pembentukan persepsi pemerintah tidak dapat melindungi warganya.

“Tujuannya ada dua, pertama, mencitrakan polisi tidak berkompeten atau inkompetensi polisi; yang kedua, membentuk opini dan persepsi kepada pemerintah. Bahwa pemerintah tidak mampu menciptakan perlindungan dan rasa aman bagi WNI,” kata Nusron.

“Pasti ada unsur politiknya, maka harus diusut secara tuntas. Makanya kami minta polisi harus cari dalangnya sampai tuntas,” ujar Nusron.

Kemudian, Nusron berharap polisi harus bekerja cepat mencari bukti dan membongkar aktor intelektual. Serta melakukan upaya pencegahan.

“Inilah intelijen harus bergerak cepat. Bukti-bukti kan material pasti susah, tapi intelijen itu harus aktif karena sifatnya itu preemtif,” pungkasnya. []

 

SUMBER:DETIKNEWS.COM

loading...
loading...
Langganan newsletter Kami
Langganan newsletter Kami
Daftar dan dapatkan informasi update dari Kami langsung ke Inbox e-mail Anda
Kamu dapat berhenti berlangganan kapanpun

Maaf Anda Sedang Offline