islampos
Media islam generasi baru

Manusia, Ingatlah 5 Wasiat Nabi Adam kepada Syits

Foto: WordPress.com
0

Nabi Adam AS merupakan manusia pertama yang diciptakan oleh Allah SWT. Beliau ditempakan di surga sebagai tempat pertamanya, hingga akhirnya Allah menghukumnya untuk tinggal di bumi. Beliau mempunyai putra bernama Syits, dan memberikan wasiat kepadanya agar ia tidak mengalami hal yang serupa dengan beliau. Apa sajakah isi wasiat itu?

Diriwayatkan dari hadis, bahwasanya Nabi Adam AS berwasiat kepada putranya Syits lima macam dan beliau juga berpesan kepada putranya itu untuk mewasiatkan kepada putra-putranya. Kelima hal yang dimaksud adalah:

1. Katakanlah kepada anak-anakmu, “Janganlah kemu merasa tenang dengan dunia, karena sesungguhnya aku dulu merasa tenang dengan surga, namun akhirnya Allah tidak ridho dan mengusir aku dari surga.”

2. Katakanlah kepada anak-anakmu, “Janganlah kamu bertindak dengan menuruti kemauan istrimu, karena sesungguhnya aku bertindak dengan menuruti kemauan istriku, dan aku memakan pohon yang terlarang itu, dan akhirnya aku sangat kecewa dan menyesal.”

3. Katakanlah kepada anak-anakmu, “Setiap amal perbuatan yang ingin kamu kerjakan, maka pikirkanlah akibatnya, karena seandainya aku memikirkan akibat daripada memakan pohon yang terlarang itu, niscaya aku tidak akan menerima akibat seperti ini.”

4. Apabila hatimu tidak merasa mantap dalam sesuatu, maka jauhilah karena sesungguhnya ketika aku hendak makan buah dari pohon yang terlarang itu hatiku tidak mantap, namun aku tidak menghiraukannya, sehingga aku menyesal.

5. Bermusyawarah lah dalam segala urusan, karena seandainya aku bermusyawarah dengan malaikat, niscaya aku tidak akan tertimpa musibah seperti ini.

Nah, kelima wasiat itu bukan hanya berlaku bagi putra Nabi Adam saja, tetapi kepada kita juga. Bukankah kita ini masih keturunan nabi Adam?

Maka, cobalah pahami dan renungkan apa maksud dari wasiat tersebut. Dan, berusahalah untuk melakukan kelima hal tersebut, sehingga kita tidak merasakan penyesalan seperti apa yang dirasakan oleh Nabi Adam pada masa itu. []

Sumber: Terjemah Tanbihul Ghafilin Peringatan bagi Orang-orang yang Lupa 1/Karya: Abu Laits as Samarqandi/Penerbit: PT Karya Toha Putra Semarang