ISLAMPOS
Media Islam Generasi Baru

Mahar Politik, Dorong Maraknya Korupsi di Daerah

0

Advertisements

JAKARTA—Pengakuan La Nyalla Mattalitti mengenai mahar dalam bursa pencalonan Pilgub Jawa Timur 2018 paling menimbulkan polemik.

Peneliti Divisi Politik Indonesia Corruption Watch (ICW) Almas Sjafrina mengatakan berdasarkan data yang dikumpulkan sejak 2010-2015, 215 Kepala daerah tersangkut kasus korupsi.

“Terkait mahar politik yang angkanya disebut jumlahnya jauh lebih tinggi pada pilkada-pilkada sebelumnya ICW khawatir korupsi kepala daerah setelah 2018 nanti justru akan semakin marak,” katanya saat ditemui di Sekretariat ICW Jalan Kalibata Timur IV D No. 6, Jakarta Selatan  Selasa (16/1/2018).

Almas mengungkapkan, sebelum mahar politik tidak sebesar sekarang, korupsi kepala daerah saja sangat masif. Ia memperkirakan, nantinya dana daerah akan makin rawan di korupsi oleh kepala daerah.

ICW juga menduga pilkada 2018 dijadikan momen oleh oknum-oknum partai politik ataupun elite-elitnya untuk menghimpun dana untuk Pemilihan Presiden 2019.

“Jeda Pileg dengan Pilpres 2019 yang sangat sempit harinya, menunjukan tidak ada lagi waktu untuk elite-elit partai politik untuk menghimpun dana kampanye 2019,” ungkapnya.

Almas menambahkan, dampaknya kursi pilkada indikasinya bisa diperjualbelikan salah satunya untuk alasan mendanai partai politik maupun masuk ke kantong pribadi oknum partai politik dari sumber yang ilegal. []

REPORTER: RHIO

Artikel Terkait :

loading...
loading...

Sponsored

Langganan newsletter Kami
Langganan newsletter Kami
Daftar dan dapatkan informasi update dari Kami langsung ke Inbox e-mail Anda
Kamu dapat berhenti berlangganan kapanpun

Maaf Anda Sedang Offline