islampos
Media islam generasi baru

MA India Desak Sengketa Masjid Babri Diselesaikan lewat Perundingan

Foto: U.S. - Wall Street Journal
0

NEW DELHI – Mahkamah Agung India menyarankan umat Islam dan Hindu untuk menyelesaikan sengketa atas tempat ibadat yang diklaim kedua agama melalui jalur perundingan.

Dikutip dari BBC, seruan hukum itu ditetapkan MA untuk mencari penyelesaian atas sengketa lama terkait situs di sekitar Masjid Babri di kota Ayodhya.

Hakim Ketua JS Khehar mengatakan hal-hal peka seperti itu harus diselesaikan melalui perundingan. Dia juga menawarkan diri sebagai mediator bagi kedua belah pihak.

Sejak tahun 2011, dari waktu ke waktu, MA menyidangkan kasus tersebut setelah menepikan ketetapan pengadilan yang lebih rendah. Dalam sebuah keputusan berisi 8.500 halaman, MA menetapkan bahwa dua pertiga dari situs yang disengketakan harus dialokasikan bagi umat Hindu, dan sisanya dialokasikan bagi umat Islam.

Putusan Pengadilan Tinggi Allahabad pada bulan September 2010 itu menetapkan tiga perkara utama. Ditetapkan bahwa tempat yang disengketakan itu adalah tempat kelahiran Dewa Rama, bahwa masjid itu dibangun setelah pembongkaran sebuah kuil dan bahwa masjid itu tidak dibangun sesuai dengan ajaran Islam.

Inilah untuk pertama kalinya sebuah putusan peradilan menyebutkan bahwa situs yang disengketakan adalah tempat kelahiran dewa Hindu.

Tapi kedua belah pihak mengajukan banding terhadap keputusan itu dan membawanya ke Mahkamah Agung.

Kasus ini sudah mengendap dalam sistem hukum india yang begitu lambannya, bahkan sebagian besar pemohon asli gugatan itu telah meninggal dunia.

Sebelumnya pada tahun 1992, massa Hindu menghancurkan sebuah masjid abad ke-16 di lokasi itu. Insiden tersebut memicu kerusuhan dan menewaskan hampir 2.000 orang.

Umat Hindu itu ingin membangun sebuah kuil di lokasi itu, sementara Muslim menginginkan masjid baru.

Menurut umat Hindu, masjid itu sebetulnya adalah tempat kelahiran salah satu dewa mereka yang paling dipuja, Dewa Rama. Dan pihak Hindu mengklaim masjid itu dibangun oleh penjajah Muslim di abad ke-16, dengan menghancurkan sebuah kuil Hindu. [fq/islampos]

loading...
loading...