• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Selasa, 6 Oktober 2026
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos
[adinserter block="1"] [adinserter block="17"]

Lebih dari Sekadar Empati

by Eva F Hasan
9 tahun ago
in Wacana
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Foto: GoingViralPosts

Foto: GoingViralPosts

[adinserter block="3"] [adinserter block="19"]

Ketika kita melihat orang lain nampak sedang bersedih, berduka atau menemukan kesulitan, lalu kita melakukan sesuatu untuk orang tersebut yang menurut kita baik itulah simpati, lalu kita turut merasa sedih, susah atau kesulitan terhadap apa yang menimpa orang lain itulah empati, sementara kita melihat semua kejadian dari sudut pandang orang yang tersebut itulah perspektive taking.

Perspektive taking lebih dari sekedar simpati dan empati, tetapi seluruh pikiran dan perasaan kita seolah-oleh adalah pikiran dan perasaan mereka juga. Perspective taking bisa didefinisikan yaitu melihat dari sudut pandang orang lain. Perspective taking menurut Ellen Galsinky adalah salah satu keterampilan hidup yang penting dimiliki oleh kita, baik anak-anak atau orang dewasa.

Sebagian kita beranggapan bahwa pemikiran sosial hanya digunakan ketika kita berada dalam interaksi sosial, misalnya ketika sedang bermain, berdiskusi, bertamu atau kegiatan yang melibatkan orang lain. Padahal tidak demikian, pemikiran sosial ini bisa aktif tidak hanya ketika kita berada di tempat orang lain atau ketika kita sedang berhadapan dengan orang lain.

ArtikelTerkait

O Ternyata Ini 3 Arti Istilah “Nggak Ada Obat”!

Damaskus Jatuh, Basyar Al-Assad Dilaporkan Kabur; Akhir 50 Tahun Kekuasaan Keluarga Assad?

Ga Bisa Baca Hadist

Gendong Ala Drakor

Pemikiran sosial bisa aktif ketika kita sendirian, kita bisa berpikir dalam sepi tentang kejadian yang berlalu, apakah kata-kata kita yang diucapkan telah menyakiti perasaan orang lain, apakah tindakan kita membuat orang lain tidak nyaman. Pemikiran sosial ini akan membantu kita mengambil sikap yang tebaik dalam perilaku sosial. Jadi kita dan anak-anak kita tidak cukup dilatih hanya dengan keterampilan sosial, tapi juga harus dilatih berpikir sosial, itu fokus dari Perspective taking.

Saya jadi teringat nasihat Rasulullah SAW kepada Fatimah r.a. sebelum tidur maka lakukanlah empat hal, salah satunya adalah memintakan ampun kepada saudara-saudara seiman, dan itu pahalanya sama dengan bersodaqoh kepada seluruh umat. Begitupun sahabat nabi yang dinyatakan ahli surga oleh Rasulullah ternyata memiliki kebiasaan mengikhlaskan, ridho, memafkan, tidak ada iri dengki kepada manusia sedikitpun menjelang tidur malamnya.

Perspektive taking adalah sebuah keterampilan hidup yang penting, yang akan membuat kita bahagia dan orang lain di sekitar kitapun bahagia. Walau istilahnya dalam bahasa inggris, dalam perspektif Islampun saya kira keterampilan ini penting untuk dilatihkan. Tidak berarti menjustifikasi, banyak dalil naqli yang menunjukkan pentingnya perspektive taking dalam kehidupan.

Dalam kehidupan sehari-hari di sekolah dicontohakan sebagai berikut; ketika ada seorang anak tidak sengaja menyenggol temannya kemudian temannya terjatuh, mungkin merasa sakit atau sangat tidak nyaman anak itu menangis. Anak yang tidak sengaja menyenggol kemudian mengangkat tangannya untuk meminta maaf dan merasa iba itulah simpati dan empati, tapi ketika anak tersebut kemudian bertanya apakah ada yang terluka, apakah perlu saya ambilkan obat biar saya obati lukanya, atau butuh pelukan, itulah perspektive taking. Wallohu a’lam. []

Tags: Dr. Manpan DrajatEmpatiNoteSimpati
ADVERTISEMENT
Previous Post

Anggota DPR Muslimah Pertama di Denmark jadi Bahan Rasis

Next Post

Menlu Qatar: Kami Akan Terus Bantu Palestina

Eva F Hasan

Eva F Hasan

Related Posts

Nggak Ada Obat, Potongan Rambut Laki-laki yang Tidak Diperbolehkan dalam Islam

O Ternyata Ini 3 Arti Istilah “Nggak Ada Obat”!

13 Desember 2024
Damaskus

Damaskus Jatuh, Basyar Al-Assad Dilaporkan Kabur; Akhir 50 Tahun Kekuasaan Keluarga Assad?

8 Desember 2024
Kitab Taurat, Hadist, Bani Israil, Zabur

Ga Bisa Baca Hadist

10 Agustus 2024
Sikap Suami yang Harus Disyukuri Istri, , Nikah, Tips yang Harus Dikuasai Istri Agar Suami Betah di Rumah, Sifat Istri yang Mendatangkan Rezeki bagi Suami, Drakor, Istri

Gendong Ala Drakor

10 Agustus 2024
Please login to join discussion

Tulisan Terbaru

Melakukan Perubahan, sifat jujur, orang yang meninggalkan shalat, istidraj, FITNAH, SYAHWAT, maksiat, bunuh diri, dosa, maksiat, taubat

5 Alasan Jangan Mengungkit Dosa Masa Lalu Seseorang yang Sudah Bertaubat

by Yudi
14 Juli 2025
0

agar tidak mengulangi dosa, mengganti shalat wajib, dosa jariyah, mandi, dosa, shalat

Jangan Tinggalkan Shalat Meski Badan Kotor saat Kerja, Tidak Semua Kotor Itu Najis

by Yudi
14 Juli 2025
0

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

by Dini Koswarini
14 Juli 2025
0

Cerai, Sebab Zina Dilarang dalam Islam, zina, Penyebab Lelaki Selingkuh, Talak

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999!

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Terpopuler

No Content Available
Facebook Twitter Youtube Pinterest Telegram

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.