ISLAMPOS
Media Islam Generasi Baru

Kurangi Pengangguran, Bea Cukai Jabar Dorong Pertumbuhan UMKM

0

Advertisements

BATUJAJAR—Guna mengurangi angka pengangguran di Jawa Barat, Kementerian Keuangan Republik Indonesia Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) terus mendorong pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Hal tersebut juga sejalan dengan kebijakan pemerintahan melalui paket kebijakan ekonomi jilid II.

Salah satu wujud dorongan tersebut adalah dengan melakukan launching distribusi bahan baku import tekstil bagi Industri Kecil Menengah (IKM) melalui Pusat Logistik Berikat (PLB) di Batujajar Kabupaten Bandung Barat.

“Ini merupakan salah satu program pemerintahan Presiden Jokowi bahwa denga nawacitanya dan dengan diturunkanya kebijakan ekonomi jilid II yang mengatur Usaha Mikro, Kecil dan Menengah,” kata Kepala Kantor Wilayah DJCB Jawa Barat, Saipullah Nasution, di PLB Agility Internasional Giriasih Batujajar, Selasa (27/2).

Dirinya mengklaim, dengan adanya kelompok-kelompok IKM ini bisa mengurangi angka pengangguran di jawa barat jika para pelaku usaha ini berhasil dalam menjalankan usahanya.

“Secara langsung ya pastilah, kalau IKM ini bisa hidup,mereka bisa usaha, bisa berdagang, tentunya mereka bisa merekrut tenaga-tenaga kerja yang tidak punya pekerjaan, baik menjadi pekerja harian, pekerja lepas dan karyawan barangkali,” tuturnya.

Bahkan pihaknya kedepannya akan memberikan fasilitas tambahan yaitu fasilitas fiskal dengan membebaskan biaya pajak cukai para pengusaha ini. Hal tersebut akan dilakukan ketika usaha para pelaku IKM ini sudah mengimpor barangnya keluar negeri, tujuannya agar mereka dapat bersaing dengan negara-negara lain.

“Saat ini IKM ini masih murni memasarkan produknya dalam negeri ya, nanti kalau sudah memasarkan keluar negeri kita akan berikan fasilita fiskal itu, bisa kita bebaskan bea masuk, PPN tidak dipungut sehingga dia ongkosnya lebih rendah,” ujarnya.

Ia menambahkan pihaknya saat ini sudah berhasil merekrut sekitar 150 pelaku IKM di wilayah soreang, sedangkan di wilayah bandung sudah sekitar hampir 3000 pelaku IKM.

“Saat ini kita baru bisa merekrut sekitar 150 IKM yang datang dari soreang tapi di bandung sendiri ada sekitar 2900 lebih IKM yang bergerak di bidang sandang atau pakean ini,” tukasnya.

Dengan fasilitas-fasilitas yang diberikan oleh Bea Cukai ini dirinya berharap dapat membantu persoalan pelaku IKM ini. Keluhan para IKM ini diantaranya susah mendapatkan bahan baku kain sehingga harus kesulitan mencarinya.

“Harapan kita tentunya fasilitas yang diberikan melalui PLB dapat membantu IKM dengan ketersediaan bahan baku dengan harga yang terjangkau, cepat dan dekat dengan lokasi mereka sehingga merekan bisa memproduksi barang dengan cepat dan bisa bersaing dan mempunyai nilai lebih,”imbuhnya.

Salah satu pelaku IKM yang bergerak dibidang pakaian, Didin Saifudin, menurutnya dengan adanya kemudahan yang diberikan oleh pemeriuntah ini, kini dirinya tidak lagi sulit mendapatkan bahan baku kain untuk usaha miliknya.

“Setelah adanya kerjasama anatara Bea Cukai, PLB dan APIKMI ini kita sudah tidak susah dapatkan bahan, sebelumnya sulit sekali untuk mendapatkan bahan,” terangnya. []

Reporter: Saifal

Artikel Terkait :

loading...
loading...

Sponsored

Maaf Anda Sedang Offline