ISLAMPOS
Media Islam Generasi Baru

Kualitas Iman Itu Dilihat Bagaimana Menghormati Tetangga dan Tamu

0

JIKA ingin melihat baiknya kualitas keimanan seseorang kepada Allah dan hari akhir, lihatlah bagaimana ia menghormati tamu dan tetangganya.  

Nabi SAW bersabda;

من كان يؤمن بالله واليوم الأخر فليحسن إلى جاره

“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berbuat baik kepada tetangganya.” (HR Addarimi)

BACA JUGA: Mengukur Tetangga

Tidaklah sempurna keimanan seseorang yang memarkir kendaraan di depan pintu tetangganya, sehingga tetangganya sulit untuk keluar rumah.

Tidaklah sempurna keimanan seorang hamba kepada Allah dan hari akhir ketika ia membuang kotoran di depan rumah tetangganya, sehingga ia tersiksa dengan baunya.

Kenapa kualitas keimanan kepada Allah dan hari di akhir di tentukan dengan prilaku sosialnya, bukan dengan shalatnya? Karena semua orang itu ketika shalat itu pasti baik dan khusyu.

Umar bin Khattab berkata, “Janganlah lihat shalat dan puasa seseorang, namun lihatlah ketika ia berbicara, apakah ia jujur dan ketika ia berjanji, apakah ia menepati?”

Umar juga berkata, “Tidaklah engkau mengenal seseorang kecuali dengan tiga hal, pertama “engkau berjalan seharian dengannya, kedua: engkau bermalam di rumahnya dan ketiga “engkau bermu’amalah urusan uang dengannya.”

Islam menginginkan bahwa kita tidak hanya baik ketika shalat dan di masjid, karena seseorang itu lebih banyak di luar masjid dan di luar shalat. Karenanya baik di luar masjid dan setelah itu lebih penting, dibandingkan hanya baik ketika dalam ibadah ibadah ritual.

BACA JUGA: Kembalilah ke Warung Tetangga Kita

Kualitas keimanan seseorang kepada Allah dan hari akhir juga ditentukan bagaimana ia memuliakan tamu yang hadir kerumahnya.

Nabi SAW bersabda, “من كان يؤمن بالله واليوم الأخر فليكرم ضفه“ Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah ia memuliakan tamunya. (HR Bukhari dan Muslim)

Tidaklah sempurna iman seorang mumin dimana ia tidak segera menjamu tamunya ketika ia datang, terkadang ngobrol sudah berjam-jam barulah segelas air keluar. Di manakah keimanan kita ketika itu?

Tidaklah indah iman seseorang ketika ia tidak melepas pergi tamunya sampai kedepan rumah dengan lambaian tangan dan salam, atau mengantarnya sampai di mana ia memarkir kendaraannya.

Loading...

Mari indahkan Islam dengan keshalihan sosial kita! []

Faisal Kunhi
Imam Masjid Sirothol Mustaqim, Ansan Korea Selatan
Gontor ,
S1 UIN Syarif Hidatatullah Jakarta, S2 : Institut Ilmu AlQuran

*#Share berkahnya ilmu*
*#Join channel Telegram:*
https://t.me/joinchat/AAAAAERt3deogV8PX4M0Qg untuk mendapatkan tulisan saya setiap hari

Artikel Terkait :

loading...
loading...

Sponsored

Comments
Loading...

Maaf Anda Sedang Offline

Send this to a friend