ISLAMPOS
Media Islam Generasi Baru

Soal Krisis Rohingya, Kongres AS Pertimbangkan Sanksi terhadap Militer Myanmar

0

Advertisements

WASHINGTON—Kongres Amerika Serikat dikabarkan tengah mengusulkan sanksi dan pembatasan perjalanan kepada para pejabat militer Myanmar terkait krisis terhadap minoritas Muslim Rohingya di negara tersebut. 

Jika usulan tersebut disetujui, sanksi itu menjadi salah satu upaya campur tangan pihak Washington yang paling kuat dalam krisis kemanusiaan Rohingya.

Sehari sebelum Donald Trump melakukan tur Asia, Kongres tersebut mengusulkan undang-undang itu untuk mengganti beberapa sanksi yang dicabut tahun lalu setelah Myanmar kembali ke alam demokrasi.
Undang-undang ini juga akan melarang Amerika Serikat untuk memasok sebagian besar bantuan ke militer Myanmar sampai pelaku kekejaman terhadap orang-orang Rohingya bertanggung jawab.

Related Posts
1 of 24

Namun undang-undang itu tidak menargetkan Aung San Suu Kyi, Kepala pemerintahan defacto Myanmar dan peraih Nobel perdamaian yang masih mendapat dukungan kuat dari beberapa pejabat Amerika.

“RUU ini akan memungkinkan Kongres memperkuat presiden mengingatkan pejabat Myanmar bahwa akan ada konsekuensi atas kejahatan mereka terhadap kemanusiaan,” kata Senator Demokrat Ben Cardin, seperti dilansir The Star, Jumat, (3/11/2017).

Anggota Kongres AS selama ini disebut-sebut sangat vokal terhadap nasib Rohingya dan menanggapinya dengan keras, sementara Trump sendiri mempertimbangkan untuk memberi label perlakuan Myanmar sebagai pembersihan etnis.

Trump sendiri akan mengunjungi Myanmar dalam tur Asianya, ditemani Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Rex Tillerson. []

loading...
loading...

Sponsored

Langganan newsletter Kami
Langganan newsletter Kami
Daftar dan dapatkan informasi update dari Kami langsung ke Inbox e-mail Anda
Kamu dapat berhenti berlangganan kapanpun

Maaf Anda Sedang Offline