ISLAMPOS
Media Islam Generasi Baru

Kriminolog UI: Jangan Sebar Foto atau Video Korban Teror Kampung Melayu

Foto: Megapolitan
0

JAKARTA–Aksi teror bom di terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur, pada Rabu (24/5/2017) malam, menelan 15 korban jiwa. Diantaranya, dua orang diduga pelaku dan tiga anggota polisi tewas di tempat, sedangkan sepuluh lainnya luka-luka.

Ahli tindakan kriminal (Kriminolog) dari Universitas Indonesia, Iqrak Sulhin mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan foto atau video teror bom di Kampung Melayu, Jakarta Timur. Sebab, menyebarkan foto atau video hingga menjadi viral dinilai hanya akan membantu pelaku teror mencapai tujuannya.

“Tujuan kejahatan terorisme bukan meledakkan tempat atau membunuh korban, namun dampak yang muncul setelah itu, yaitu ketakutan yang muncul di masyarakat,” ujar Iqrak, dikutip Republika, Kamis (25/5/2017).

Dia menyebut penyebaran foto, termasuk terlalu berlebihan memberitakan kejadian justru mengamplifikasi ketakutan yang semestinya dapat ditahan. Ada kebiasaan setelah usai aksi teror akan muncul klaim yang dibuat oleh mereka yang menyebut dirinya pelaku yang bertanggung jawab.

Selain menegaskan eksistensi, mereka juga ingin meningkatkan level kekhawatiran di masyarakat. Dalam skala tertentu hal ini akan berdampak pada kehidupan sosial, ekonomi, politik secara makro.

“Saya menyarankan agar kita tidak justru ‘membantu’ pelaku mencapai tujuannya dengan mengamplifikasi ketakutan,” kata Iqrak.

Seperti diketahui, Polisi belum bisa menentukan motif maupun jaringan penyerang. Mereka perlu mencari tahu lebih lanjut tentang penyerangan. Mereka hanya bisa memastikan bahwa pelaku diduga hanya dua orang berjenis kelamin laki-laki. Hal itu terlihat dari luka jenazah yang ditemukan di lapangan.

“Dari olah TKP dan diduga memang dari lukanya jenazah tercerai berai. Patut diduga dari ledakan yang cukup kuat,” kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Setyo Wasisto. []

loading...
loading...