islampos
Media islam generasi baru

Kisah Rombongan TSD ke Kampung Dopo: Hanya Ada 3 Keluarga yang Muslim

0

Tim Sahabat Dakwah (TSD) menyambangi kediaman Pak Dien di Kampung Dopo Desa Golotantong. Desa itu berbatasan dengan Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Untuk sampai ke rumah Pak Dien kami harus menghabiskan waktu kurang lebih 3 jam dari Dusun Nggorang.

Kedatangan tim TSD ke lokasi selain untuk bersilaturahim, juga dalam rangka menyalurkan amanah santunan dan perlengkapan hijab kepada keluarga muslim di sekitar Pak Dien. Sebelumnya, dalam rangkaian safari dakwah ini, TSD juga menjadi relawan IslamposAid untuk menyalurkan Al-Quran dari pembaca Islampos ke Manggarai Barat.

“Dari puluhan kepala keluarga di Kampung Dopo, hanya 3 keluarga yang beragama Islam,” terang Abah Hamid yang mengantar tim TSD menuju rumah Pak Dien.

Rombongan TSD awalnya menggunakan sepeda motor untuk mencapai rumah Pak Dien. Akan tetapi melihat kondisi jalan yang terjal, maka mereka memutuskan untuk berjalan kaki.

‘’Karena akses ke lokasi cukup terjal, kita harus berjalan dan meninggalkan kendaraan karena tidak bisa menjangkau lokasi,’’ terang Abah Hamid kepada rombongan dengan napas terengah-engah usai turun dari motornya.

Akhirnya kendaraan harus ditinggal lalu dilanjutkan dengan jalan kaki untuk menembus serta menyusuri jalan setapak di Hutan Rimba Mbeliling. Tak ada yang mengira, di dalam hutan yang luas ini masih ada pemukiman penduduk.

Hutan ini merupakan hutan kawasan cagar alam yang juga dikelilingi kebun kemiri milik masyarakat pedalaman Kampung Dopo. Selain berkebun kemiri, mereka juga berternak kerbau hutan.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya warga setempat harus berjalan kaki ke pasar sejauh 3-4 kilometer. Begitu juga untuk anak-anak yang akan bersekolah. Ini sudah menjadi kebiasaan warga di Kampung Dopo.

Hal yang sama juga harus mereka lakukan saat hendak menunaikan shalat hari Jum`at. Mereka yang muslim harus bergabung dengan warga di Kampung seberang bukit untuk menunaikan shalat jumat.

Akhirnya, rombongan pun sampai di rumah Pak Dien. Namun hanya ada sang istri di kediamannya. Pak Dien sudah sejak pagi pergi ke ladang. Mengingat jarak ladang ke rumahnya sekitar 5 km, ia akan menginap di ladang dan pulang esok harinya.

Tak lama rombongan berbincang dengan istri Pak Dien. Saat dirasa cukup, dengan diwakili Abah Hamid rombongan berpamitan seraya mengulurkan bingkisan ‘’Ini ada selembar kain hijab mohon bisa dikenakan,’’ ujar Abah Hamid menitip pesan pada Ibu Dien.

Laporan dari: Azmi Ar

loading...
loading...