islampos
Media islam generasi baru

Kisah Mengharukan Ustadz Fadlan yang Mengislamkan Ribuan Warga Pedalaman Papua

Foto: Islampos
0

Papua merupakan Provinsi yang terletak di sebelah timur indonesia, Papua merupakan provinsi yang mempunyai kultur budaya yang masih sangat kental, Mayoritas agama di Provinsi papua adalah kristen.

Namun hal tersebut tak menyurutkan semangat Dakwah Ustadz Fadlan Garamatan menyiarkan agama Islam di tanah Papua. Ditemui disela-sela waktu senggang oleh Reporter Islampos Pada Acara Pertemuan Ulama Asia Tenggara, Afrika dan Eropa di Padang Pada Hari Rabu (19/07/2017) kemarin.

Ustaz Fadlan menceritakan pengalaman dakwahnya di tanah papua yang penuh dengan rintangan dan tantangan yang menurutnya merupakan sumber vitamin dan energi tersendiri.

Perjuangan Dakwah beliau perlu kita apresiasi, beliau menceritakan tentang pengalamannya pernah 11 kali dipanah dan 7 kali ditombak oleh suku asli pedalaman.

Ustaz fadlan merupakan salah satu pendakwah yang berhasil mengislamkan ribuan suku asli pedalaman di Provinsi Papua.

Ustadz Fadlan lalu menceritakan pengalamannnya mengislamkan pendeta bernama Alfonso di tanah Irian pada tahun 1980 an. Setelah gigih berdakwah selama tiga bulan di keluarga pendeta Alfonso, akhirnya pendeta itu bersama keluarganya mengucapkan syahadat. Akibatnya tanah Irian geger dan ustadz Fadlan ditahan selama tiga bulan tanpa pengadilan.

Keluar dari tahanan Ustadz Fadlan tidak kapok dan kembali berdakwah. Kali ini ia menuju tempat bernama Kampung Gayem. Baru sampai ditempat tersebut kepala suku langsung melempar tombak ke salah satu kaki ustadz Fadlan dan tepat mengenai betisnya.

Iapun harus masuk rumah sakit selama beberapa minggu. Setelah sembuh ia kembali datang ke Kampung Gayem lagi hingga akhirnya kepala suku yang menombak kakinya masuk Islam. Tapi lagi-lagi, setelah mengislamkan seorang tokoh, ustadz Fadlan ditangkap dan dipenjara lagi, kali ini selama enam bulan.

Ada fakta unik kenapa banyak anggota suku di Papua tidak memakai baju dan telanjang. Ternyata mereka diberikan pemahaman oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk tidak memakai baju. Selain dilarang berpakaian, mereka juga dilarang mandi menggunakan air bersih. “Mereka (warga suku) hanya boleh mandi menggunakan minyak atau lemak babi saja,” ungkap ustadz Fadlan sambil menunjukkan foto warga pedalaman yang masih telanjang.

Barangkali kisah dakwah ustadz Fadlan yang fenomenal adalah saat 3712 anggota suku di Irian berhasil diislamkan dan mengucap kalimat syahadat. Metode yang ia gunakan untuk mengislamkan penduduk pedalaman ini cukup unik, yaitu dengan mengajari para kepala sukunya mandi dengan sabun dan menggunakan sampo.

Usai mengumpulkan ribuan anggota suku, ustadz Fadlan dan tim da’inya memprakktekan sholat diatas panggung yang telah mereka buat. “Begitu kami takbir, warga suku yang sudah mandi maupun yang belum mandi berdiri dan berputar mengelilingi panggung tempat kami sholat,” kata ustadz Fadlan menerangkan.

Usai sholat, kepala suku langsung loncat ke atas panggung dan bertanya kepada ustadz Fadlan, apa yang baru saja dia lakukan bersama tim da’inya. Dengan sabar ustadz Fadlan menjelaskan bahwa yang mereka lakukan baru saja itu adalah sholat untuk menyembah Allah subhanahuwata’alla.

“Dalam agama kami, kami diperintahkan sehari lima kali untuk menghadap Allah sang pencipta,” terang ustadz Fadlan kepada kepala suku itu.

“Begitu mendengar penjelasan saya, kepala suku meminta kami turun dari panggung. Kemudian kepala suku besar naik ke atas panggung bersama enam kepala suku lainnya untuk melakukan rapat adat membahas kehadiran kami,” lanjut ustadz Fadlan.

Satu setengah jam kemudian kepala suku berdiri diatas panggung dan berteriak kepada warganya “Hari ini kita senang, hari ini kita gembira, karena anak-anak ini datang mengajarkan kita agama yang benar. Dalam rapat adat kami sepakat bahwa kita semua yang berkumpul di lapangan ini mengikuti agama yang mereka ajarkan,” kata ustadz Fadlan menirukan perkataan kepala suku.

Mendengar penjelasan dari kepala suku, sontak ustadz Fadlan dan tim da’inya sujud syukur dan menangis kepada Allah Subhanahuwata’alla. Saat itulah sebanyak 3712 warga pedalaman mengucapkan kalimat syahadat dan memeluk Islam.[]

loading...
loading...