ISLAMPOS
Media Islam Generasi Baru

Kiai Ma’ruf Bela Jokowi Saat Konsep Revolusi Mental Disebut Tak Jelas

0

Advertisements

JAKARTA–Calon wakil presiden, Ma’ruf Amin, menanggapi pernyataan Amie Rais yang menganggap konsep revolusi mental yang digagas Jokowi tidak jelas.

“Kalau tidak jelas kan buat Pak Amien Rais, kalau buat Pak Jokowi kan jelas, gimana mengubah mentalitas, mengubah persepsi, mengubah bagaimana menyatukan kita dalam berbangsa dan bernegara,” kata Ma’ruf kepada wartawan di Depok, Jawa Barat, Sabtu (12/1/2019)

Ma’ruf menegaskan, untuk merealisasikan konsep tersebut butuh proses dan bukanlah perkara mudah untuk rampung diwujudkan.

“Ya kalau belum semuanya itu kan enggak kayak orang bisa membalikkan tangan, karena itu kan ada proses,” tuturnya.

Baca Juga: Inilah Sederet Tokoh di Tim Persiapan Debat Kubu Jokowi-KH Ma’ruf

Kiai Ma’ruf menambahkan, banyak sisi positif yang telah dilakukan di era pemerintahan Jokowi. Namun hal itu tidak dianggap bagi sebagian orang.

Salah satunya, klaim Ma’ruf, adalah pesatnya pembangunan infrastruktur, seperti pembangunan Tol Trans Jawa, Tol Sumatera, Tol Kalimantan, dan Tol Papua yang saat ini sedang dalam tahap pengerjaan.

Related Posts
1 of 61

“Tapi kok ada yang bilang tidak ada. Ente tidur, ente ngorok jadi tidak paham. Jadi harus bangun supaya tahu,” ucapnya.

“Yang bilang tidak ada, ente tidur, harus bangun. Ada Kartu Indonesia Sehat (KIS), yang bilang enggak ada, berarti lagi tidur,” kata dia.

Baca Juga: Ini Tanggapan Adik Ahok soal Video ‘Penyesalan’ KH Ma’ruf Amin

Kiai Ma’ruf kemudian meluruskan isu yang menyebut Badan Penyelenggara Jaminan Sosial bakal dihentikan.

“Ada juga isu BPJS mau dihentikan karena mau buat bayar tol. Lah untuk tol lain, untuk BPJS lain. Ini hoax. Masyarakat jangan mau dibohongin. Orang Depok sudah pintar, enggak mau nerima hoax, enggak mau nerima kebencian. Insya Allah Depok akan dimenangkan 01,” katanya disambut riuh barisan pendukung.

Kiai Ma’ruf berjanji, jika dirinya terpilih nanti salah satu program yang bakal dikerjakannya adalah meningkatkan kualitas mutu pendidikan di Indonesia. “Kita ubah model manusia jadi manusia pembangunan nasional. Kalau ulama mengatakan memperbesar manfaat,” tuturnya. []

SUMBER: VIVANEWS

Artikel Terkait :

Loading...

Maaf Anda Sedang Offline

Send this to a friend