ISLAMPOS
Media Islam Generasi Baru

KH Ma’ruf: Aturan Sekolah 8 Jam Masih Jadi Polemik di Masyarakat

Foto: CNN
0

JAKARTA–Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendukung program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) yang dipunyai Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Namun Ketua Umum MUI KH Ma’ruf Amin meminta Kemendikbud tidak terburu-buru memberlakukan program tersebut.

“MUI mengharapkan agar pemerintah, dalam hal ini Mendikbud RI, tidak terburu-buru memberlakukan Permendikbud No 23/2017 tentang Hari Sekolah. Sebab, peraturan tersebut hingga kini masih menjadi polemik dan mendapat penolakan di masyarakat dalam skala luas dan semakin masif,” kata KH Ma’ruf, Sabtu (8/7/2017).

Karena program PPK ini untuk mendukung keberhasilan pewujudan generasi emas 2045, MUI berharap kebijakan tersebut dituangkan dalam peraturan presiden (perpres). Sebab, skala cakupannya lebih luas dan dalam implementasinya melibatkan seluruh pemangku kepentingan di bidang pendidikan.

“MUI mengharapkan agar dalam pembahasan perpres dimaksud, pemerintah melibatkan para pemangku kepentingan, seperti kementerian terkait serta MUI, PBNU, dan PP Muhammadiyah,” ujarnya.

Menurutnya, hal ini sejalan dengan penegasan Jokowi dalam pertemuan dengan Ketum MUI dan Mendikbud pada Jumat (9/6). Saat itu, Jokowi menegaskan akan menerbitkan perpres tentang program PPK sebagai kebijakan nasional.

Melalui perpres, program PPK akan menjadi kebijakan nasional sehingga dapat diterima dan didukung oleh seluruh golongan masyarakat. MUI pun meminta Kemendikbud menunda implementasi Permendikbud Nomor 23/2017 tentang Hari Sekolah.

“Kami mohon agar Permendikbud Nomor 23/2017 tentang Hari Sekolah ditunda pemberlakuannya dan Kemendikbud tidak melakukan kegiatan sosialisasi maupun langkah-langkah lain yang dapat menimbulkan pro dan kontra, sampai diterbitkannya Perpres tentang Program Penguatan Pendidikan Karakter Bangsa,” ungkapnya. []

Sumber: Detik

loading...
loading...