ISLAMPOS
Media Islam Generasi Baru

Keutamaan dan Kemuliaan Orang yang Bekerja Mencari Nafkah

0

 

Oleh: NS Risno

HARUS banyak-banyak bersyukur bagi mereka yang diberi kelancaran dan kemudahan didalam mencari atau mendapatkan nafkah. Misalnya cukup hanya dengan sedikit menggerakan tangan saja, jutaan rupiah dapat masuk ke rekening atau kantongnya.

Tentu bersyukurnya tidak hanya sekedar ucapan di bibir saja. Tapi harus juga dibuktikan dengan amal nyata, disamping menyadari bahwa harta yang diperolehnya itu merupakan pemberian Allah. Harta tersebut harus juga digunakan sesuai dengan kehendak yang memberi harta.

Sedang kita-kita yang didalam mencari nafkah untuk mendapatkan beberapa ribu rupiah saja, harus berjibaku, berpayah-payah mengucurkan keringat dan menguras tenaga sepanjang hari. Juga harus tetap banyak-banyak bersyukur serta senantiasa bersabar.

Jangan berkecil hati, mengeluh apalagi berputus asa. Allah Maha Tahu dan Maha Adil, selama pekerjaan yang kita lakukan  berada dalam bingkai ridho Allah. Maka jibaku kita, kerja keras kita, susah payah kita, akan ada nilai keutamaan dan kemuliaanya disisi Allah.

Yang dinilai Allah bukan seberapa hasil dari kerja kita, namun seberapa kesungguhan dan keikhlasan upaya kita didalam mencari nafkah.

Nah, berikut ini adalah diantara keutamaan dan kemuliaan orang yang bekerja keras mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan dirinya, keluarganya ataupun orang orang yang menjadi tanggunganya:

Orang yang bersusah payah bekerja mencari nafkah, Allah akan mengampuni dosanya

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda; “Barangsiapa pada waktu malam hari merasakan kelelahan dari upaya ketrampilan kedua tanganya pada siang hari maka pada malam itu ia diampuni oleh Allah.” (HR.Ahmad).

“Sesungguhnya diantara dosa-dosa, ada yang tidak bisa dihapus dengan pahala sholat, sedekah atau haji, namun hanya dapat dihapus dengan bersusah payah dalam mencari nafkah” (Ath- Thabrani ).

Orang yang bekerja mencari nafkah untuk keluarganya termasuk fi sabilillah

“Apabila seorang keluar (dari rumah) bekerja untuk anaknya yang masih kecil maka itu fi sabilillah. Dan apabila ia bekerja untuk orang tuanya yang sudah lanjut usia maka itu fie sabilillah.Dan apabila keluar untuk dirinya agar terjaga kehormatannya (tidak meminta minta) maka itu fi sabilillah.”(HR :Ath-Thabrani).

Orang yang bekerja keras untuk mencari nafkah, nanti di akhirat akan datang dengan wajah laksana bulan purnama

“Siapa yang mencari nafkah halal untuk menjaga diri dari meminta minta ,memenuhi keluarga serta berbagi dengan keluarga maka ia datang dihari kiamat dengan wajah seperti bulan purnama.”( Ath Thabrani ).

Orang yang bekerja  mencari nafkah untuk menghidupi keluarganya di akherat nanti akan melihat wajah Allah

“Sungguh tidakah engkau menginfakan (harta) dengan tujuan mengharap (melihat) wajah Allah (pada hari kiamat nanti)kecuali kamu akan mendapatkan ganjaran sampaipun makanan yang engkau berikan kepada istrimu.” (HR : Bukhari).

Semoga diantara keutamaan dan kemuliaan yang diberikan Allah kepada orang yang bersusah payah mencari nafkah tersebut dapat memotifasi kita untuk terus bersemangat ,ikhlas dan sabar didalam upaya bekerja mencari nafkah. Wallahu ‘alam. []

 

loading...
loading...