ISLAMPOS
Media Islam Generasi Baru

Ketika Ayam Jantan Berkokok, Berdoalah

Foto: A Dreamer
0

SAUDARAKU,

Berdoa adalah perbuatan yang sangat disukai oleh Allah SWT. Mengapa? Sebab, perbuatan seperti ini menandakan bahwa kita mengakui posisi kita sebagai seorang hamba. Kita pun menyadari bahwa kita sangat membutuhkan bantuan-Nya. Maka dari itu, jangan kita sungkan untuk meminta.

Saudaraku,

Terkadang kita mungkin merasa malu untuk meminta pada Allah. Sebab, dosa yang telah kita perbuat sudah tak terbendung lagi. Meski begitu, ingatlah, Allah itu Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Allah akan mengampuni kesalahan hamba-Nya yang mau bertaubat dengan sungguh-sungguh.

Jadi, jangan pernah kita malah menjadi termasuk orang yang sombong hanya karena malu untuk meminta pada Allah. Tetaplah yakin pada Allah dan jangan pernah berburuk sangka pada-Nya. Apa yang kita pikirkan beum tentu hal itu benar.

Saudaraku,

Allah SWT selalu memberikan keringanan dan kemudahan kepada kita. Tapi, kemudahan itu akan terasa atau tidak, tergantung dari bagaimana kita memanfaatkannya. Salah satunya waktu yang ditetapkan untuk berdoa dan menjadi waktu yang paling berpeluang besar untuk diijabah (dikabulkan).

Ya, terdapat ketentuan waktu yang bisa kita manfaatkan untuk berdoa, memohon kepada Allah. Kapan waktu itu? Salah satunya ketika ayam jantan berkokok.

Saudaraku,

Jangan pernah lewatkan kesempatan pagi hari hanya dengan kesibukan duniawi. Luangkan waktu untuk mendekat pada Allah. Gunakan waktu ketika ayam jantan berkokok itu sebagai waktu kita untuk berdoa, memohon segala apa yang kita inginkan hanya kepada-Nya. Insya Allah, dengan kesungguhan doa kita, Allah SWT akan mengabulkannya.

Nabi SAW bersabda, “Apabila engkau mendengar kokok ayam jantan, maka mintalah karunia kepada Allah, karena saat itu ia melihat malaikat. Dan apabila engkau mendengar ringkikan keledai, maka berlindunglah kepada Allah dari setan, karena saat itu ia melihat setan,” (HR. Bukahri dan Muslim). []

Referensi: Doa Zikir dan Ruqyah dari Al-Quran dan As-Sunnah/Karya: DR. Said bin Ali Al-Qathani/Penerbit: Aqwam Jembatan Ilmu

loading...
loading...