ISLAMPOS
Media Islam Generasi Baru

Ketika akun Twitter TNI Ramai-ramai Gaungkan Bahaya ‘PKI’

Foto: Twitter.com/tni_ad
0

Dalam beberapa hari terakhir tagar #DaruratPKI berseliweran di jagat maya media sosial, baik facebook terutama di twitter.

Tagar #DaruratPKI mulai ramai bermunculan semenjak pembuburan seminar bertajuk “Pengungkapan Kebenaran Sejarah 1965/1966”, dan ketegangan di sekitar gedung YLBHI Jakarta.

Soal gaung bahaya PKI yang ramai dalam dua hari terakhir ini, selain diamplifikasi oleh akun-akun pribadi, tagar #DaruratPKI juga dicuitkan oleh akun-akun resmi milik TNI.

Setidaknya, ada tiga gema intonasi soal frasa ‘PKI’ yang dicuitkan oleh TNI, yakni keras, biasa dan tidak keduanya.

Kicauan level keras, berarti akun-akun TNI itu mentwit dengan nada menggertak PKI.

Akun Twitter milik TNI AD (@tni_ad), Kodam III/Siliwangi (@kodam3siliwangi), Kodam II/Sriwijaya (@pendam2), dan Kodam Tanjungpura (@KodamTpr) adalah mereka yang mencuit terkait PKI dalam level keras.

Akun @tni_ad mencuit soal PKI sejak 16 hingga 17 September dalam 4 kali retweet. Akun @kodam3siliwangi 2 kali retweet soal puisi Taufik Ismail dan 2 kali retweet soal PKI Muso Madiun pada 16 dan 17 September. Akun @pendam2 3 kali retweet tentang puisi Taufik Ismail pada 16-17 September. Akun @KodamTpr 2 kali retweet tentang film G30S dan 5 kali tentang puisi Taufik Ismail sejak 14 September.

Level biasa artinya kicauan akun-akun TNI soal PKI bergema secara cukup halus. Di level ini, akun-akun yang bermain ialah TNI AL (@_TNIAL_) yang meretweet soal film G30S sejak 16 September, Puspen Penerangan TNI (@Puspen_TNI) meretweet soal puisi Taufik Ismail dan film G30S pada 16-17 September, Kodam Jaya (@kodamjaya03) meretweet 2 kali puisi Taufik Ismail pada 17 September, dan Kodam V Brawijaya (@Pendam5) meretweet puisi Taufik Ismail dan film G30S pada 16 September.

Selain itu, ada Kodam VI Mulawarman (@KodamMulawarman) yang meretweet film G30S pada 16 September, Kodam Hasanuddin (@kodamhasanuddin) yang meretweet puisi Taufik Ismail pada 18 September, Kodam Udayana (@Kodam9Udayana) yang meretweet puisi Taufik Ismail dan film G30S pada 16 dan 18 September, Kodam 13 Merdeka (@Kodam13M) yang meretweet film G30S pada 17 September, serta Kodam Kasuari (@KodamKasuari) dan Kodam Bukitbarisan (@kodam1BB) yang meretweet puisi Taufik Ismail pada pada 16 September.

Yang menarik, di level biasa, akun resmi Twitter TNI AU (@_TNIAU) berkicau selepas dipicu oleh twit dari akun bernama @GeneralSoeharto: “Ditunggu tweet dari @_TNIAU tentang Bahaya Kebangkitan PKI, agar rakyat tidak meragukan ‘jenis kelamin’-mu.”

Selepas twit pemicu itu, akun TNI AU menjawab: “Apa ada rakyat Indonesia yg masih meragukan TNI AU?”

Ada kesan, TNI AU tengah berupaya meluruskan tuduhan yang melekat pada institusi mereka yang menyatakan TNI AU terlibat dalam peristiwa 50 tahun lalu. []

Sumber: Tirto.

loading...
loading...