ISLAMPOS
Media Islam Generasi Baru

Kesepakatan Gencatan Senjata Mulai Berlaku di Suriah

Foto: Google
0

DAMASKUS – Gencatan senjata yang diperantarai Amerika Serikat (AS)-Rusia untuk Suriah barat daya telah berlaku sepanjang hari. Demikian pernyataan yang dikeluarkan kelompok monitor dan pemberontak. Kesepakatan gencatan senjata ini adalah upaya perdamaian perang pertama oleh pemerintah AS di bawah Presiden Donald Trump.

Amerika Serikat, Rusia dan Yordania mencapai kesepakatan de-eskalasi, yang tampaknya memberi Trump sebuah prestasi diplomatik pada pertemuan pertamanya dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada pertemuan puncak G20 di Jerman minggu ini.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, kelompok monitor perang yang berbasis di Inggris, mengatakan situasi tenang tersebar luar di wilayah barat daya sejak gencatan senjata diberlakukan sejak siang hari pada hari Minggu kemarin meski ada pelanggaran ringan.

“Kombatan sempat saling tembak menembak di provinsi Deraa dan di Quneitra sekitar tengah malam, tapi ini tidak mengancam gencatan senjata,” kata Direktur Observatorium Rami Abdulrahman seperti dinukil dari Reuters, Senin (10/7/2017).

Sementara itu juru bicara koalisi Front Selatan kelompok pejuang yang didukung Barat, Mayor Issam al Rayes mengatakan ketenangan penuh kehati-hatian berlanjut sampai malam hari.

Sedangkan juru bicara faksi Alwiyat al-Furqan di Quneitra, Suhaib al-Ruhail mengatakan situasi relatif tenang.

Pejabat pejuang lainnya di kota Deraa, mengatakan bahwa tidak ada pertempuran yang signifikan. Tempat itu sepi di front utama Manshiya dekat perbatasan dengan Yordania, yang menurutnya merupakan lokasi sejumlah pemboman terberat dalam beberapa pekan terakhir.

Seorang pejabat Suriah mengindikasikan bahwa Damaskus menyetujui kesepakatan gencatan senjata, yang menggambarkan heningnya pemerintah mengenai gencatan senjata tersebut sebagai tanda kepuasan.

“Kami menyambut setiap langkah yang akan menghentikan peperangan dan membuka jalan untuk solusi damai,” kata pejabat pemerintah itu.

Seorang saksi di Deraa mengatakan bahwa dia tidak melihat pesawat tempur di langit atau mendengar pertempuran sejak siang hari.[]

loading...
loading...