ISLAMPOS
Media Islam Generasi Baru

Kepemimpinan dalam Konsep Al-Qur’an

0

Advertisements

KEPEMIMPINAN dalam konsep al-Qur’an disebutkan dengan istilah imamah. Sedangkan pemimpin dengan istilah imam. Al-Qur’an mengaitkan kepemimpinan dengan hidayah dan pemberian petunjuk pada kebenaran.

Seorang pemimpin tidak boleh melakukan kezaliman, dan tidak pernah melakukan kezaliman dalam segala tingkat kezaliman. Baik kezaliman dalam keilmuan dan perbuatan, kezaliman dalam mengambil keputusan dan aplikasinya.

BACA JUGA: Tanggapi Ijtima, KH Tengku Harap Calon Pemimpin Lahir dari Didikan Ulama

Seorang pemimpin harus mengatahui keadaan umatnya, merasakan langsung penderitaan mereka.

Seorang pemimpin harus melebihi umatnya dalam segala hal keilmuan dan perbuatan, pengabdian dan ibadah, keberanian dan keutamaan, sifat dan prilaku, dan lainnya.

Sebagai agama yang telah disempurnakan oleh Allah SWT, Islam tidak hanya mengatur masalah ibadah dan akhlak serta urusan-urusan akhirat. Tapi juga mengatur urusan-urusan dunia termasuk cara hidup bermasyarakat maupun bernegara, cara menjadi rakyat dan menjadi pemerintah.(Suara Islam)

Pada prinsipnya, menurut Islam setiap orang adalah pemimpin. Ini sejalan dengan fungsi dan peran manusia di muka bumi sebagai khalifahtullah yang diberi tugas untuk senantiasa mengabdi dan beribadah kepada-Nya. Hal ini senada dengan firman Allah dalam al-Qur’an yang artinya, “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, ‘Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.’ Mereka berkata, ‘Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah? Padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau.’ Tuhan berfirman, ‘Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.’” (QS. al-Baqarah: 30).

BACA JUGA: Prabowo: Jika Sudah Tak Dibutuhkan, Saya Siap Dukung Pemimpin yang Bela Kepentingan Rakyat dan Umat

Rasulullah juga bersabda, “Masing-masing kamu adalah pemimpin yang akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. Seorang amir (Presiden) yang memimpin masyarakat adalah pemimpin yang akan dimintai pertanggungjawaban kepemimpinannya atas mereka. (HR. Bukhari). []

SUMBER: DAKWATUNA

Artikel Terkait :

loading...
loading...

Sponsored

Maaf Anda Sedang Offline