• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Rabu, 7 Oktober 2026
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos
[adinserter block="1"] [adinserter block="17"]

Kedudukan Anak dalam Islam

by Dini Koswarini
2 tahun ago
in Opini
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Tahapan Anak Melaksanakan Shalat, Kesalahan dalam Mendidik Anak, Nabi Yakub

Foto: Unsplash

[adinserter block="3"] [adinserter block="19"]

Oleh: Ayu Mela Yulianti, SPt.
Pegiat Literasi dan Pemerhati Kebijakan Publik
ayumelayulianti@gmail.com

ALLAH SWT berfirman :

إِنَّا خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ مِنْ نُطْفَةٍ أَمْشَاجٍ نَبْتَلِيهِ فَجَعَلْنَاهُ سَمِيعًا بَصِيرًا

Artinya: “Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat.” (QS. Al-Insan: 2).

ArtikelTerkait

5 Prinsip Emas Bisnis Rasulullah yang Relevan Sepanjang Zaman

Apa yang Terjadi Jika Makan Telur Tiap Hari?

The End of Medsos

Apa Itu Nimbus, Varian Baru Covid 19 yang Lagi Merebak?

Anak memiliki kedudukan yang beragam dalam Islam. Tergantung dari bagaimana orang tua membentuk karakternya bahkan dari sejak sebelum pembuahan.

Karenanya Rasulullah ﷺ mendorong para lajang untuk mencari pasangan hidup (jodohnya) diutamakan berdasarkan agamanya, walaupun boleh saja memilih berdasarkan kedudukan, kekayaan bahkan ketampanan atau kecantikannya.

BACA JUGA:  Orangtua Berbuat Syirik, Begini Cara Anak Muslim Menyikapinya

Sehingga bagi seorang beriman, ia akan berusaha untuk mencari jodoh dengan pertimbangan agama, mencari pasangan hidup yang sholih, agar mudah dalam menjalani kehidupan rumah tanggamya, hingga dalam membentuk karakter anak sholih yang diidamkan yaitu anak dengan karakter yang unggul. Tidak semata memiliki anak tanpa tujuan yang jelas.

Sehingga kemungkinan memiliki anak yang sholih yang menjadi penyejuk mata, bisa direalisasikan.

Bukan hanya memiliki anak yang hanya sekedar sebagai perhiasan dunia (tampan dan cerdas namun jauh dari agama), atau bahkan menjadi fitnah sebab hanya dididik oleh orang tuanya hanya dalam masalah dunia saja namun tidak diberikan bekal agama yang cukup, atau bahkan menjadi musuh akibat tidak pernah mendapat sentuhan didikan dari kedua orang tua bisa jadi sebab terlalu sibuknya orang tua dalam mencari dunia.

Semua itu sangat terkait erat dengan bagaimana peran orang tua yang mendidiknya, juga bagaimana pengaruh lingkungannya, dan negara yang menerapkan sistem kehidupan.

Akan sulit mengarahkan atau mendidik anak hingga menempati posisi sebagai penyejuk mata bagi kedua orang tua dalam lingkungan masyarakat yang amburadul, yang tidak menjadikan Islam sebagai standar dalam berinteraksi, dan negara yang anti syariat Islam, sehingga kebanyakan anak hanya akan menempati posisi sebagai sekedar perhiasan dunia, fitnah, bahkan musuh bagi kedua orang tuanya.

Karenanya agar bisa menempatkan anak pada posisi sebagai penyejuk mata, sebagai kedudukan atau posisi tertinggi, seperti yang dicita-citakan oleh setiap orang tua yang beriman, membutuhkan kesolihan orang tua, masyarakat, dan negara.

Sebab anak tidak hanya berinteraksi dengan kedua orang tuanya saja, namun juga berinteraksi dengan teman-temannya dilingkungan sekolah atau lingkungan bermainnya, juga akan menjalankan peraturan hidup atau sistem yang diterapkan oleh negara.

Karenanya penting menjadi orang tua yang sholih, memiliki lingkungan masyarakat yang sholih, juga negara yang menerapkan sistem hidup yang sholih, yaitu sistem hidup yang sesuai dengan fitrah manusia, memuaskan akal dan menentramkan jiwa, yaitu sistem Islam yang menerapkan hukum-hukum syariat Islam secara kaffah.

Sehingga dengan peraturan hidup yang benar yang diterapkan oleh negara, akan sangat memberikan pengaruh yang nyata bagi kehidupan masyarakat, yaitu akan terbentuk masyarakat yang baik, yang secara otomatis akan mempengaruhi kehidupan dalam keluarga, termasuk didalamnya kehidupan individu-individu didalam keluarga, yaitu orang tua dan anak.

Orang tua tidak akan kesulitan dalam mengajarkan adab pada anak misalkan, sebab seiring sejalan dengan peraturan hidup yang diterapkan oleh negara dan dilakukan secara terus-menerus dalam masyarakat.

Berkata baik, jujur, menghindari perbuatan dosa dan maksiat, melaksanakan seluruh ketaaatan kepada Allah Swt dan lain sebagainya, akan mudah dilakukan sebab didukung oleh sistem hidup yang diterapkan oleh negara.

Sehingga kemungkinan atau peluang untuk memiliki anak yang sholih sebagai penyejuk mata sangat besar dalam sistem hidup yang menerapkan peraturan Islam oleh negara, dibandingkan dengan peluang memiliki anak yang sholih dalam sistem hidup yang tidak islami seperti hari ini saat hidup diatur oleh sistem hidup sekuler kalitalisme yang membuat anak hanya menempati posisi sebagai perhiasan dunia, fitnah, bahkan menjadi musuh bagi kedua orang tuanya.

Firman Allah Swt :

اَلۡمَالُ وَ الۡبَـنُوۡنَ زِيۡنَةُ الۡحَيٰوةِ الدُّنۡيَا‌ ۚ وَالۡبٰقِيٰتُ الصّٰلِحٰتُ خَيۡرٌ عِنۡدَ رَبِّكَ ثَوَابًا وَّخَيۡرٌ اَمَلًا

Artinya : ” Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amal kebajikan yang terus-menerus adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan.” (QS. Al-Kahfi : 46).
Juga firman Allah Swt :

إِنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ وَاللَّهُ عِنْدَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ

Artinya : “Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), dan di sisi Allah-lah pahala yang besar.” (QS. At-Taghabun [64]: 15).

BACA JUGA: Tanda-tanda Kiamat, Seorang Anak Lebih Memilih Teman daripada Ayah

Juga firman Allah Swt :

يا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّ مِنْ أَزْواجِكُمْ وَأَوْلادِكُمْ عَدُوًّا لَكُمْ فَاحْذَرُوهُمْ وَإِنْ تَعْفُوا وَتَصْفَحُوا وَتَغْفِرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Artinya : “Hai orang-orang mukmin, sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. At-Taghabun [64]: 14).

Karenanya, semoga para orang tua hari ini, dikaruniai anak yang sholih sebagai penyejuk mata yang taat pada kedua orang tuanya, sebab taatnya ia pada Allah Swt dan Rasul-Nya. Sebagaimana firman Allah Swt :

رَبَّنا هَبْ لَنا مِنْ أَزْواجِنا وَذُرِّيَّاتِنا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنا لِلْمُتَّقِينَ إِماماً

Artinya : ” Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa” (QS al-Furqan [25]: 74)

Wallahualam. []

Tags: anak dalam islam
ADVERTISEMENT
Previous Post

Apa Hukum Berutang untuk Menikah?

Next Post

3 Su’ul Adab terhadap Guru

Dini Koswarini

Dini Koswarini

Related Posts

Leasing, Bisnis

5 Prinsip Emas Bisnis Rasulullah yang Relevan Sepanjang Zaman

11 Juli 2025
telur

Apa yang Terjadi Jika Makan Telur Tiap Hari?

16 Juni 2025
Threads

The End of Medsos

14 Juni 2025
Syarat Taubat Diterima, Waktu Mustajab untuk Berdoa, Hukum Menggunakan Masker ketika Shalat, Waktu Berdoa yang Mustajab, Hadits tentang sabar, Sedekah Shubuh, ibadah, keutamaan berdoa, Syarat Taubat, Waktu Mustajab untuk Berdoa di Hari Jumat, Hukum Menghadiahkan Al-Fatihah untuk Diri Sendiri, Doa Memohon Ampunan pada Allah SWT, Perkara Iman, Istighfar,Hukum Meminta Doa dari Orang Lain, Nimbus

Apa Itu Nimbus, Varian Baru Covid 19 yang Lagi Merebak?

13 Juni 2025
Please login to join discussion

Tulisan Terbaru

Melakukan Perubahan, sifat jujur, orang yang meninggalkan shalat, istidraj, FITNAH, SYAHWAT, maksiat, bunuh diri, dosa, maksiat, taubat

5 Alasan Jangan Mengungkit Dosa Masa Lalu Seseorang yang Sudah Bertaubat

by Yudi
14 Juli 2025
0

agar tidak mengulangi dosa, mengganti shalat wajib, dosa jariyah, mandi, dosa, shalat

Jangan Tinggalkan Shalat Meski Badan Kotor saat Kerja, Tidak Semua Kotor Itu Najis

by Yudi
14 Juli 2025
0

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

by Dini Koswarini
14 Juli 2025
0

Cerai, Sebab Zina Dilarang dalam Islam, zina, Penyebab Lelaki Selingkuh, Talak

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999!

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Terpopuler

No Content Available
Facebook Twitter Youtube Pinterest Telegram

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.