ISLAMPOS
Media Islam Generasi Baru

Kebijakan Anti Pengungsi Trump Membuat Muslim Afrika Marah

0

JOHANNESBURG – Para pemimpin Muslim dan aktivis di Afrika menyuarakan kekhawatiran bahwa perintah eksekutif Presiden AS Donald Trump yang melarang pengungsi dan warga dari tujuh negara mayoritas Muslim masuk ke AS dapat digunakan oleh kelompok-kelompok teror untuk menggalang dukungan.

Sheikh Ameenuddin, pemimpin komunitas Muslim Mozambik, menyebut kebijakan Trump sangat menyedihkan sedih dan tidak logis, Anadolu Agency melaporkan.

“Keputusan ini mungkin membuat kelompok-kelompok militan mendapatkan lebih banyak dukungan sehingga perdamaian dunia kita semakin memburuk,” kata Ameenuddin kepada Anadolu Agency melalui saluran telepon dari ibukota Mozambik Maputo.

Sheikh Ali Bulle, seorang pemimpin Muslim di barat daya Somalia, mengatakan kelompok militan al-Shabaab di negara ini sekarang akan mendapatkan lebih banyak rekrutan.

Iqbal Jassat, seorang eksekutif dari kelompok advokasi Muslim yang berbasis di Johannesburg Media Review Network, mengatakan mereka sangat terganggu oleh larangan Trump dan mengutuk keras kebijakan itu.

Dia mengatakan meskipun adanya gelombang protes dan perintah pengadilan mengutuk larangan tersebut, pemerintahan Trump akan tetap bersikukuh menjalankan kebijakan Islamofobia nya.

“Pengungsi yang tunawisma sebagai akibat langsung dari perang agresi Amerika di tanah air mereka seperti Somalia, Suriah, Irak dan Libya,” tuturnya.

Aktivis mengatakan mereka juga percaya bahwa perlawanan terhadap kehadiran militer Amerika di dunia Muslim yang lebih luas akan semakin intensif sebagai akibat dari kebijakan anti-Muslim Trump.

“Kami menyerukan kepada Afrika Selatan, Uni Afrika dan masyarakat internasional untuk segera meninjau kembali aliansi dalam ‘perang melawan teror’ Amerika,” katanya.

Faisal Suleiman dari South Africa Muslim Network (SAMNET) mengatakan ia percaya bahwa seiring bejalannya waktu Trump akan menyadari bahwa Muslim bukanlah ancaman bagi AS.

Suleiman mengatakan itu adalah salah untuk mengklasifikasikan semua Muslim sebagai ancaman belum laporan telah menemukan bahwa kebanyakan Muslim yang bermigrasi dan mengintegrasikan dengan negara-negara baru mereka memiliki tingkat lebih tinggi dari tingkat pendidikan dan kejahatan yang rendah.

Di Somalia, warga menyatakan ketakutannya bahwa jika beberapa kerabat mereka yang biasa mengirimkan uang bulanan dideportasi dari AS kembali ke rumah mereka. Puluhan ribu pengungsi Somalia tinggal di AS, dengan beberapa dari mereka masih berjuang untuk meresmikan tinggal mereka. Dan ratusan ribu keluarga di Somalia bergantung pada pengiriman uang yang dikirim dari Amerika Serikat dan negara-negara barat lainnya.[fq/islampos]

Langganan newsletter Kami
Langganan newsletter Kami
Daftar dan dapatkan informasi update dari Kami langsung ke Inbox e-mail Anda
Kamu dapat berhenti berlangganan kapanpun
loading...
loading...