• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Senin, 8 Desember 2025
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
Tidak ada Hasil
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
Tidak ada Hasil
View All Result
Tidak ada Hasil
View All Result
Islampos
Home Syi'ar Sirah

Keberanian Abu Aqil di Perang Yamamah

Oleh Yudi
6 tahun lalu
in Sirah
Waktu Baca: 2 menit baca
A A
0
Allah Memilih Abu Bakar

Ilustrasi Foto: Unsplash

109
BAGIKAN

ABU Aqil al-Unaifi adalah salah seorang sahabat Anshar. Pada perang Yamamah, perang melawan pemberontakan nabi palsu, Musailamah al Kadzdzab, Abu Aqil yang pertama kali cedera terkena panah. Panah tersebut menancap antara bahu dan ulu hatinya tetapi agak melenceng sehingga tidak mematikan. Ketika dicabut, darah mengucur deras dan tubuhnya jadi lemah. Ia pun diistirahatkan di dalam kemah.

Pertempuran makin sengit, dan pasukan muslim makin terdesak dan tercerai-berai. Ia mendengar Ma’n bin Adi berteriak menyeru orang-orang Anshar, “Allah! Allah! Kembalilah kalian menyerang musuh-musuh kalian!”

BACA JUGA: Munajat Rasulullah di Perang Badar

Kemudian terdengar seruan lagi agar orang-orang Anshar berkumpul dan memilih orang-orang istimewa untuk memimpin. Abu Aqil bangkit untuk memenuhi seruan tersebut. Hal ini diketahui oleh Abdullah bin Umar, dan berkata, “Seruan tersebut tidak ditujukan untuk orang-orang yang terluka.”

ArtikelTerkait

7 Fakta Sosok Nabi Musa AS: Nabi Penyelamat Bani Israil

Bagaimana Cara Kerja Pembayaran QRIS dan Bagaimana Sejarahnya?

Abu Bakar: Cinta Sejati pada Rasulullah ﷺ yang Mengalahkan Segalanya

Fatimah Tidak Izinkan Abu Bakar Masuk ke Dalam Rumah, tanpa Izin Suami

Tetapi Abu Aqil berkata, “Aku adalah lelaki Anshar, dan aku akan menyambut seruan itu walau harus merangkak!”

Abu Aqil mengeratkan tali sabuknya dan bergerak tertatih-tatih ke tempat orang-orang Anshar berkumpul. Dalam suatu kesempatan, ia mengangkat pedang dengan tangan kanannya, kemudian ia berkata, “Wahai orang-orang Anshar, bergeraklah menyerang sebagaimana di perang Hunain!”

Memang, dalam Perang Hunain pasukan muslim yang jumlahnya lebih banyak porak-poranda. Sebagian dari mereka memang baru memeluk Islam saat Fathul Makkah yang baru beberapa hari berlalu. Sebagian anggota pasukan lagi, mereka yang masih memeluk agama jahiliahnya. Saat itu keadaan Nabi shalallahu’alaihi wa sallam cukup berbahaya karena hanya bersama beberapa orang saja. Tiba-tiba Nabi shalallahu’alaihi wa sallam berseru, “Wahai orang-orang Anshar!”

Para sahabat Anshar segera berkumpul di sekitar Nabi shalallahu’alaihi wa sallam, dan mereka mulai menyerang lagi, tentunya dengan didukung sahabat muhajirin terdahulu, dan akhirnya bisa membalikkan keadaan dan memperoleh kemenangan.

Seruan Abu Aqil seolah mengantar ingatan mereka saat bersama Nabi shalallahu’alaihi wa sallam di Perang Hunain, dan semangat mereka kembali bergelora untuk bertahan dan menyerang pasukan Musailamah. Akan halnya Abu Aqil, walau keadaannya sangat lemah, ia tidak mau tertinggal untuk menghadang serangan musuh, sampai akhirnya ia jatuh terkapar tak berdaya.

Ketika pasukan musuh telah dilumpuhkan dan Musailamah terbunuh, Abdullah bin Umar melihat Abu Aqil terlentang di tanah dengan nafas satu-satu. Tangannya yang tadinya cedera terkena panah telah putus dari bahunya, terdapat empat belas luka tusukan pada tempat-tempat yang mematikan. Ibnu Umar memanggil namanya.

“Labbaik,” Kata Abu Aqil dengan suara cadel karena lemahnya, “Siapa yang memperoleh kemenangan?”

BACA JUGA: Nama-Nama Kaum Musyrikin yang Tewas di Perang Badar

“Bergembiralah engkau!,” Kata Ibnu Umar, “Musuh Allah telah terbunuh!!”

Abu Aqil mengangkat jarinya ke langit dan memuji Allah, kemudian wafat.

Ketika Ibnu Umar menceritakan peristiwa ini kepada ayahnya, Umar berkata, “Semoga Allah merahmatinya. Tak putus-putusnya ia memohon dan mencari-cari kesyahidan. Sejauh yang aku ketahui, ia adalah sahabat Nabi shalallahu’alaihi wa sallam yang terbaik dan termasuk orang yang pertama-tama memeluk Islam (dari kalangan Anshar).”

Sumber: Kisah 25 Sahabat Nabi & Rasul Dilengkapi Kisah Sahabat Tabi’in dan Hikmah Rasulullah/ Kajian Islam 2

Tags: perang yamamahsirahSirah Nabawiyah
Share109SendShareTweetShareScan
ADVERTISEMENT
Previous Post

Shalat Istisqa, Muslim Australia Harapkan Hujan Turun Atasi Kebakaran Hutan

Next Post

Wahai Ibu, Semoga Lelahmu Menjadi Lillah

Yudi

Yudi

Terkait Posts

pasukan nabi isa, pemuda, nabi ibrahim, nabi musa

7 Fakta Sosok Nabi Musa AS: Nabi Penyelamat Bani Israil

7 Juli 2025
QRIS

Bagaimana Cara Kerja Pembayaran QRIS dan Bagaimana Sejarahnya?

30 Juni 2025
Ibnu Abbas, Bani Israil, Abu Bakar

Abu Bakar: Cinta Sejati pada Rasulullah ﷺ yang Mengalahkan Segalanya

27 Juni 2025
Penjagaan Allah terhadap Nabi, Abu Bakar

Fatimah Tidak Izinkan Abu Bakar Masuk ke Dalam Rumah, tanpa Izin Suami

12 Juni 2025
Please login to join discussion

Tulisan Terbaru

Melakukan Perubahan, sifat jujur, orang yang meninggalkan shalat, istidraj, FITNAH, SYAHWAT, maksiat, bunuh diri, dosa, maksiat, taubat

5 Alasan Jangan Mengungkit Dosa Masa Lalu Seseorang yang Sudah Bertaubat

Oleh Yudi
14 Juli 2025
0

agar tidak mengulangi dosa, mengganti shalat wajib, dosa jariyah, mandi, dosa, shalat

Jangan Tinggalkan Shalat Meski Badan Kotor saat Kerja, Tidak Semua Kotor Itu Najis

Oleh Yudi
14 Juli 2025
0

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

Oleh Dini Koswarini
14 Juli 2025
0

Cerai, Sebab Zina Dilarang dalam Islam, zina, Penyebab Lelaki Selingkuh, Talak

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

Oleh Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999! 1 Perang Yamamah

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999!

Oleh Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Terpopuler

85 Motto Hidup dari Kutipan Ayat Alquran

Oleh Eneng Susanti
17 Januari 2023
0
motto hidup ayat Alquran, cara menjadikan Al-Qur'an sebagai penyembuh

SAHABAT mulia Islampos, ada banyak pelajaran dan hikmah yang bisa dipetik dari Alquran. Banyak pula kutipan ayat Alquran yang bisa...

Lihat LebihDetails

12 Ayat Al-Quran tentang Istiqamah, Dapat Memotivasi Kita

Oleh Sufyan Jawas
31 Oktober 2021
0
Hadist Nabi Tentang Ikhlas

ayat Al-Quran Tentang Istiqamah

Lihat LebihDetails

Malam Itu, Imam Syafi’i Tidak Tahajjud, Kenapa?

Oleh Haura Nurbani
15 Agustus 2023
0
Imam Ahmad, Abu Hanifah, Imam Syafi'i, Ibnu Katsir, Abu Hanifah

Ia yang sejak ba’da Isya’ mengamati kamar Imam Syafi’i tidak melihat ulama tersohor itu keluar kamar untuk shalat tahajjud.

Lihat LebihDetails

Berikut 10 Ayat-ayat Al-Quran tentang Shalat

Oleh Sufyan Jawas
31 Oktober 2021
0
ayat Al-Quran Tentang Shalat

Shalat merupakan ibadah paling pokok bagi seorang muslim yang akan menjadi barometer keselamatan seseorang di yaumul hisab (hari perhitungan) kelak....

Lihat LebihDetails

Berikut 7 Ayat Al-Quran tentang Masjid

Oleh Sufyan Jawas
1 November 2021
0
Ayat Al-quran tentang masjid

Saking pentingnya dalam kehidupan seorang Muslim, ada beberapa ayat Al-Quran tentang masjid. 

Lihat LebihDetails
Facebook Twitter Youtube Pinterest Telegram

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

Tidak ada Hasil
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.