ISLAMPOS
Media Islam Generasi Baru

Kebenaran Memimpikan Rasulullah SAW

Foto: Vassar College WordPress
0

Allah SWT, memberikan kemampuan kepada syetan dan jin untuk menyamar dengan bentuk-bentuk yang baikatau buruk. Allah juga memberikan kemampuan kepada mereka untuk menjelma ke dalam mimpi manusia, dengan bentuk mimpi yang mereka inginkan dan dengan wujud yang mereka inginkan.

Syetan dan jin dapat menyamar dengan rupa manusia. Mereka dapat mengetahui isi hati manusia. Bahkan, mereka dapat mengetahui hal-hal yang tidak diketahui oleh manusia sendiri. Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya setan berjalan di dalam diri anak Adam melalui aliran darah,” (HR. Bukhari, Muslim)

Namun begitu, Allah SWT menghalangi jin untuk menyerupai Nabi SAW di dalam mimpi manusia. Allah tidak memberikan kemungkinan kepada syetan maupun jin untuk menyerupai wujud Nabi Muhammad SAW.

Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang melihatku (di dalam mimpi) maka apa yang ia lihat adalah benar karena syetan tidak dapat menyerupai diriku.” (HR. Bukhari)

Rasulullah SAW bersabda, Barangsiapa yang melihatku di dalam mimpi, ia benar-benar melihatku karena syetan tidak dapat menjelma menjadi wujudku,” (HR. Bukhari)

Rasulullah juga bersabda, “ Barangsiapa yang melihatku di dalam mimpi, maka ia seperti melihatku di dalam keadaan terjaga. Syetan tidak dapat menyerupai diriku” (HR. Muslim, Abu Daud, Ibn Hambal)

Related Posts

Barangsiapa yang melihat Nabi SAW di dalam mimpinya, maka ia benar-benar melihat Rasulullah sAW. Hal ini tidak dapat disangkal dan diragukan lagi oleh siapapun. Tidak seperti memimpikan manusia-manusia lain karena syetan masih dapat menyerupai wujud mereka. Mereka bermaksud untuk menipu, mengelabui dan menyesatkan orang yang sedang bermimpi.

Para ulama menjelaskan bahwa cara seseorang untuk membuktikan sosok yang hadir dalam mimpi itu adalah Rasulullah, bisa dengan 3 hal berikut ini.

1. Orang yang terlihat di dalam mimpi mengaku bahwa ia adalah Nabi Muhammad SAW. Misalnya ia berkata, “Aku adalah Rasulullah,” atau “ Akulah Muhammad bin Abdullah,” atau “Akulah Nabimu,” atau kata-kata lain yang sejenis.

2. Orang yang bermimpi mengetahui dan meyakini bahwa seseorang yang ia lihat di dalam mimpinya adalah Nabi Muhammad SAW tanpa ada seseorang yang memberi tahu kepadanya.

3. Ada orang lain yang bekata di dalam mimpinya, “Orang yang kamu lihat itu adalah Nabi SAW atau “orang yang bicara denganmu itu adalah Nabi SAW,”atau “Orang yang akan kamu lihat, atau yang akan kamu ajak bicara, atau yang akan menemuimu atau yang akan kamu temui adalah Rasulullah SAW”. Hal ini baik si pemimpi melihat orang yang berkata akan hal itu maupun hanya mendengar suaranya.

Dengan tiga hal tersebut, seseorang yang melihat Rasulullah SAW di dalam mimpinya dapat meyakini bahwa sosok yang hadir di dalam mimpinya benar-benar Nabi Muhammad SAW, Ia tidak perlu ragu sedikit pun. []

Sumber: Rahasia Mimpi Bertemu Rasulullah, Abu Anas Abdul Aziz, Pena

loading...
loading...