islampos
Media islam generasi baru

Kaum Kristen Sudan Selatan: Kemana Yesus Saat Kami Kesulitan?

Foto: Christian post
0

SUDAN SELATAN—Warga Kristen Sudan Selatan kini siap mati asalkan dekat Yesus Kristus di gereja. Ungkapan kepasrahan kaum Kristen ini disampaikan seorang pastur Katolik Roma yang mengatakan bahwa sekitar 16 ribu orang tengah mencari perlindungan di sebuah kompleks katedral. Pasalnya bangsa tersebut terus dirundung konflik dan kelaparan tak berkesudahan.

“Tak ada tempat yang aman dimanapun. Namun warga Kristen Sudan selatan mengatakan bahwa jika mereka mati dibunuh, mereka lebih suka dibunuh di gereja karena inilah tempat dimana Yesus hadir. Mereka ingin mati di gereja daripada mati di rumah mereka,” ungkap Germano Bernardo, seorang pendeta di Wau, Catholic News Service melaporkan padai Selasa (2/5/2017).

Rita Williams, seorang ibu yang mencari perlindungan dengan ketiga anaknya di Kota St. Mary, mengatakan bahwa tentara pemerintah telah mengusir keluarganya dan membakar rumahnya.

“Kami tidak punya apa-apa, bahkan garam sekalipun. Pakaian kami kotor, dan hanya bisa makan atau minum beberapa hari saja dalam seminggu. Yang bisa kami lakukan hanyalah menunggu. Saya tidak tahu apa, tapi kami takut pulang ke rumah. Terkadang kami bertanya ‘kemana Yesus saat ini?’ Ketika kami benar-benar membutuhkan,” tutur Williams.

Kekerasan perang saudara juga secara langsung memengaruhi gereja tersebut, Bernardo mengungkapkan, dua anggota koor katedral telah terbunuh pada Juni 2016 silam.

“Mereka sedang berjalan pulang pada malam hari setelah latihan paduan suara dan diserang oleh enam tentara yang menembak mereka sampai mati,” kata pastur tersebut.

“Sejak saat itu sampai sekarang, ketidakamanan terus menghantui warga, maka orang-orang tinggal di gereja-gereja. Banyak rumah mereka telah dijarah, dan jika mereka meninggalkan kota mereka akan dibunuh,” ungkap Bernardo.

PBB, Catholic Relief Services, dan kelompok kemanusiaan lainnya telah membantu hampir 2 juta orang yang telah mengungsi dalam perang sipil Sudan Selatan. Walaupun kebutuhan masyarakat jauh lebih besar daripada layanan yang telah diberikan.

Relawan juga memperingatkan bahwa sampai 100 ribu orang dapat tewas akibat kelaparan yang melanda sejumlah wilayah di negara tersebut, dengan hampir 5 juta orang telah mengalami kelaparan.

“Masalah kemanusiaan adalah yang paling mendesak. Mulai dari kurangnya air minum sehingga ribuan orang telah mengungsi ke gereja-gereja. Sesungguhnya banyak yang dilakukan untuk memberi bantuan kepada mereka, meski ada seribu kesulitan,” tambah sumber tersebut. []

loading...
loading...