ISLAMPOS
Media Islam Generasi Baru

Kami Temukan Mayat Hampir di Sepanjang Lantai

Foto: Al-Jazeera
0 304

WARGA yang selamat dari serangan kimia pemerintah Suriah di Idlib, masih merasakan kegetiran dari serangan yang memakan banyak korban tak berdosa itu.

“Ini tak bisa dilukiskan. Kami melihat orang-orang tercekik dan napas mereka tertahan. Yang paling menyedihkan melihat anak-anak yang terpapar bahan kimia dan para relawan berusaha menyemprotkan air ke tubuh mereka,” kata Khani kepada Al-Jazeera

Serangan udara di Khan Sheikhoun itu menewaskan  70 orang warga sipil dan 557 luka-luka. PBB mengatakan akan menyelidiki serangan tersebut.

Seorang saksi lain menceritakan peristiwa menyakitkan itu. Hani Ahmed al-Qutaini, ia seorang relawan helm putih. Saat serangan terjadi ia berada di kediamannya. Rumahnya beberapa kilometer dari tempat serangan.

“Serangan pertama menghatam daerah Khan Sheikhoun sekira pukul 06.30. Warga tengah tidur di rumah mereka. Tidak ada yang menyadari jenis serangan ini,” kata Qutaini.

“Kami bergegas ke jalan-jalan dan mendekati tempat kejadian. Kami terkejut melihat orang-orang mengatakan ada bau sangat buruk usai serangan dilancarkan. Semua orang yang mendekati tempat kejadian tiba-tiba merasakan pusing luar biasa bahkan sampai pingsan,” katanya kepada Al Jazeera.

Menurut Qutaini, ada total empat serangan udara di daerah yang sama. Saat ia dan tim pertama responden mendekati tempat kejadian, ia mengatakan mereka menyadari itu adalah gas beracun yang melanda desa.

“Peralatan kami tidak memadai ketika itu. Kami hanya mengenakan masker biasa. Beberapa petugas medis banyak yang terpapar gas beracun itu. Mereka pingsan,” terangnya.

“Kami menemukan mayat hampir di semua lantai. Tidak ada yang tersisa,” kata Qutaini.

Qutaini menambahkan, ambulan melarikan korban ke rumah sakit. Mayoritas mereka adalah perempuan dan anak-anak.

“Ini sangat menyakitkan. Apa Anda bisa bayangkan? Ada tiga atau empat bom gas di satu daerah. Efek gas itu mematikan warga yang menghisapnya langsung mati seketika,” jelas Qutaini.

Menurut petugas medis setempat, serangan itu menyebabkan orang muntah dan mengeluarkan busa dari mulut mereka.

“Mata saya sampai saat ini gatal dan merah. Sampai saat ini, yang bisa saya lihat adalah bercak gelap,” Anas al-Diab, seorang pekerja pertahanan sipil setempat yang terluka dalam serangan itu.

“Saya berdiri 10 meter dari area gas kimia, selama sekitar 30 detik saya mendokumentasikan adegan dengan kamera saya. Setelah saya kembali ke klinik sekitar dua setengah menit kemudian, saya merasa begitu pusing dan tidak bisa melihat,” katanya.

Saat serangan terjadi Diab sedang membantu korban yang terpapar gas menanggalkan pakaian mereka.

“Kami melihat kematian mendadak. Mereka menghirup gas beracun. Kami juga menerobos ke rumah untuk membawa para warga yang tidak berdaya di lantai rumah mereka,” terangnya.

“Sepuluh serangan udara itu merobohkan satu-satunya rumah sakit di Khan Sheikhoun, dan hampir menghancurkan bangunan warga sipil setempat,” katanya.

Safwat, seorang pejabat senior kesehatan di Idlib yang lebih suka untuk tidak menggunakan nama lengkapnya, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa saat ini ada 557 warga sipil terluka. Diantaranya adalah 23 anak-anak dan 16 wanita.

Dia memperkirakan total korban tewas akan meningkat. “Korban sangat menderita. Anak-anak yang paling menderita. Di antara yang tewas, sebagian besar adalah anak-anak,” katanya. Dia juga menambahkan, 53 warga Suriah telah dipindahkan ke rumah sakit di Turki untuk perawatan lebih lanjut.

Safwat menjelaskan mereka mengalami kejang otot, kesulitan bernafas dan sesak napas. Itulah yang menyebabkan sebagian besar kematian.

Ia juga mengatakan, rumah sakit satu-satunya di Khan Sheikhoun diserang dan dihancurkan tiga jam setelah serangan udara pertama memukul.

“Dua hari sebelum serangan ini, rumah sakit utama Idlib di selatan provinsi itu juga diserang. Kami kekurangan pegawai dan pasokan peralatan sangat sedikit,” katanya. “Kita perlu masker oksigen seluler, untuk kelangsungan hidup para korban. []

Comments
Loading...