Kala Donald Trump ‘Sewot’ Gegara Kebijakan Imigrannya Dicabut Hakim

Foto: the libertarian republic
0

PRESIDEN Amerika terpilih Donald Trump berang, ia mendadak sewot dengan mengatakan tak mau bertanggung jawab jika teroris menyerang negeri paman sam itu. Apa sebab?

Seperti diketahui sebelumnya, Trup mengeluarkan kebijakan imigran yang melarang pengungsi asa tujuh Negara muslim masuk ke Amerika. Namun larangan itu kemudian dicabut sementara atas gagasan James Robart—seorang hakim federal AS—yang kemudian dibatalkan oleh hakim agung pada mahkamah agung federal negeri itu.

Atas pencabutan larangan itu, Trump mengambinghitamkan hakim federal dan sistem peradilan Amerika Serikat yang menyatakan pembatalan larangan masuk ke AS sementara untuk tujuh negara muslim sebagai melanggar konstitusi.

“Sulit dipercaya seorang hakim menempatkan negara kita pada bahaya besar seperti ini,” tulis Trump melalui lama Twitternya, dua hari setelah hakim James Robart membatalkan perintah larangan untuk pengungsi dan kunjungan warga tujuh negara muslim itu.

Kicauan Trump di Twitter ini muncul sehari setelah sebuah panel hakim membatalkan banding Gedung Putih untuk memberlakukan kembali larangan itu.

“Jika sesuatu terjadi salahkan dia (hakim) dan sistem peradilan,” cuit Trump lagi.

Trump menambahkan, “Saya telah memerintahkan (Departemen) Keamanan Dalam negeri untuk memeriksa orang-orang yang masuk ke negeri kita dengan sangat hati-hati. Pengadilan telah membuat pekerjaan menjadi sangat sulit!”

Selama akhir pekan ini, Trump menghabiskan waktu di resort Mar-a-Lago miliknya di Florida dan selama itu pula dia mendadak bungkam.

Namun dalam sepekan terakhir, Trump terus-terusan berkicau di Twitter, mulai dari memposting jam kerjanya sampai membela mati-matian keputusannya melarang warga negara Iran, Irak, Libya, Somalia, Sudan, Surian dan Yaman masuk ke AS selama 90 hari ke depan.

Selain menangguhkan program pengungsi selama 120 hari, Trump juga memutus program pengungsi Suriah, demikian seperti dikutip dari The Guardian. []

loading...
loading...