Jutaan Warganya Dilanda Kesedihan, PM Inggris Tunjuk Menteri Urusan Kesepian

0

INGGRIS—Perdana Menteri Inggris Theresa May dilaporkan telah menunjuk seorang menteri urusan kesepian, Rabu (17/1/2018). Nantinya, menteri ini bertugas untuk mengatasi kesedihan yang kerap dialami warga Inggris.

“Bagi banyak orang, kesepian adalah realitas menyedihkan dari kehidupan modern,” kata May dalam rilis yang diunggah di laman resmi pemerintah Gov.uk.

Melansir CNN, sebuah riset menyebutkan lebih dari 9 juta warga Inggris selalu merasa kesepian. Selain itu ada sekitar 200 ribu warga berusia lanjut tidak bercakap-cakap dengan teman atau keluarga dalam jangka waktu lebih dari setahun. Hal ini dianggap sebagai hal serius yang harus segera diatasi.

Selain itu, lebih dari 85 persen kalangan dewasa penyandang disabilitas, berusia antara 18-34 tahun merasa kesepian.

Related Posts
1 of 43

“Saya ingin mengatasi tantangan masyarakat kita dan bagi kita semua untuk mengambil sikap mengatasi kesepian yang dialami lansia, mereka yang kehilangan orang-orang yang dicintainya, orang yang tidak punya siapapun untuk berbicara atau berbagi pikiran maupun berbagi cerita,” kata May.

Masalah kesepian pertama kali diangkat oleh anggota Parlemen Inggris, Jo Cok. Dia pernah membentuk Komisi Kesepian sebelum terbunuh oleh kaum Supremasi Kulit Putih pada 2016.

“Kita menghormati kenangannya dengan mengatasi isu ini, membantu jutaan orang di seluruh Inggris, yang menderita karena kesepian,” kata May seperti dilansir NPR.

Pemerintah Inggris mulai mengembangkan strategi lintas departemen untuk mengatasi kesepian di Inggris. Kantor Statistik juga dikerahkan untuk mengukur tingkat kesepian.

Menurut situs pemerintah gov.uk, kesepian bisa dipicu oleh kejadian-kejadian dalam kehidupan, seperti berkabung atau menjadi orang tua. Kelompok yang rentan mengalami kesepian antara lain kalangan muda atau para perawat. []

loading...
loading...
Langganan newsletter Kami
Langganan newsletter Kami
Daftar dan dapatkan informasi update dari Kami langsung ke Inbox e-mail Anda
Kamu dapat berhenti berlangganan kapanpun

Maaf Anda Sedang Offline