islampos
Media islam generasi baru

John Kelly: Syarat Wisatawan Masuk AS, Berikan Kami Sandi Anda!

foto; the atlantic
0

WASHINGTON—Sekretaris Amerika Serikat (AS) Homeland Security John Kelly menyatakan, pemerintah sedang mempertimbangkan wisatawan asal tujuh warga negara muslim yang dilarang masuk AS, untuk memberikan daftar situs yang dikunjungi dan password telepon genggam mereka kepada agen perbatasan ketika memasuki AS.

Menurut Kelly, hal tersebut dilakukan guna memungkinkan para pejabat untuk melihat apa yang mereka lakukan dalam beberapa situs yang dimiliki mereka.

Dilansir the atlantic.com, Jumat (10/2/2017), aturan tersebut mengharuskan wisatawan untuk memberikan akses ponsel, rekening online, hingga situs media sosial yang sering dikunjungi.

“Situs Apa yang Anda (wisatawan-red) kunjungi? Dan apa password Anda?,”ujar Kelly saat bersaksi di depan Komite Keamanan Dalam Negeri.

“Jika mereka tidak ingin memberikan informasi itu, maka mereka tidak boleh memasuki AS,” tambahnya.

Kepala Teknolog di Pusat Demokrasi dan Teknologi, Joseph Lorenzo Hall menyatakan dalam situsnya, rencana Kelly terkait pemberian akses pribadi sebagai syarat memasuki AS dinyatakan hal yang menakutkan bagi instansi atau perusahaan pendukung privasi.

“Dengan memberikan akses pribadi wisatawan kepada agen perbatasan, mereka tidak hanya melihat apa yang telah Anda posting di publik, namun hal-hal yang belum diposting pun seperti pesan pribadi, daftar swasta, mereka dapat melihat hal itu bahkan mungkin bisa melakukan hal-hal yang bisa menimbulkan kerugian bagi wisatawan,” tulis Joseph.

“Ini jelas akses mendalam invasif,” lanjutnya.

Awal bulan ini, Dewan Hubungan Amerika-Islam mengajukan keluhan kepada DHS, Departemen Kehakiman, dan Bea Cukai dan Patroli Perbatasan.

Mereka menyatakan bahwa agen perbatasan telah meminta beberapa wisatawan Muslim-Amerika untuk mengidentifikasi akun media sosial mereka dan menyerahkan telepon genggam mereka.

Bulan lalu, Ali Hamedani, seorang warga negara Inggris kelahiran Iran dan seorang wartawan BBC, diminta untuk menyerahkan telepon dan password setelah ia tiba di bandara Chicago O’Hare.

Dengan perangkat terkunci di tangan, agen perbatasan itu bisa menelusuri isi aplikasi sosial-media yang masuk seperti Facebook dan Twitter, membaca posting pribadi dan pesan.

April Doss, mantan pengacara top National Security Agency, mengatakan kepada ZDNet Zack Wittaker, rencana Kelly tersebut dinilai melanggar hukum. []

loading...
loading...