• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Minggu, 11 Oktober 2026
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos
[adinserter block="1"] [adinserter block="17"]

Jima Suami Istri dalam Islam, Benarkah Bebas dan Boleh Apa Saja?

by Saad Saefullah
2 tahun ago
in Tirai Kamar
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Jima

Foto: Freepik

[adinserter block="3"] [adinserter block="19"]

BARAT memperbolehkan lelaki melakukan apapun terhadap wanita selama hubungan badan atau jima. Begitu pula sebaliknya. Namun, dalam Islam, tidak demikian adanya.

Jika ada anggapan bahwa setiap bagian dari pasangan adalah mubah (diperbolehkan) untuk pasangannya, dan tidak haram adalah tidak benar. Sudah jelas, bahwa jima atau hubungan seks melalui—maaf—dubur dilarang, dan mulut tidaklah diciptakan untuk melakukan hubungan seksual, dalam hal ini oral seks bertentangan dengan penciptaan dan sifat manusia.

BACA JUGA:  Hukum Rujuk dengan Jima pada Masa Idah Jika Suami Tidak Sadar Telah Menjatuhkan Talak

Islam adalah agama yang mencakup seluruh kehidupan manusia dan mengevaluasi setiap masalah. Oleh karena itu, Islam tidak mengabaikan seksualitas yang memiliki tempat yang penting dalam kehidupan manusia dan pendidikan seks. Seks diatur dalam kriteria tertentu dan dalam batas-batas halal (halal), yang cukuplah sekiranya untuk kesenangan belaka.

ArtikelTerkait

Yang Tidak Disukai oleh Istri dari Suami ketika Jima

Suami Nolak Terus Diajak Jima, Istri Harus Bagaimana?

Pentingnya Istri Tidak Malu untuk Memuaskan Suami karena Termasuk Ibadah

Kenapa Suami Sukanya Minta Jima Terus sama Istri?

Para sahabat Nabi dan istri-istri mereka, yang bertanya kepada Nabi tentang semua masalah mereka, bertanya kepadanya tentang isu-isu mengenai seksualitas secara pribadi dan belajar dari beliau.

Sebagai fakta, salah satu sahabat ingin melakukan jima atau hubungan intim melalui organ reproduksi istrinya, tetapi ia ingin mendekatinya dari belakang; istrinya keberatan dengan mengedepankan pemahaman Yahudi bahwa anak yang akan lahir dari hubungan tersebut akan bermata juling.

Ketika Nabi kami diberitahu tentang masalah ini, ayat yang menyatakan, “Isteri-isterimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki. Dan kerjakanlah (amal yang baik) untuk dirimu, dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamu kelak akan menemui-Nya. Dan berilah kabar gembira orang-orang yang berima,” (Q.S. al-Baqarah: 223).

Nabi menjelaskan ayat itu dan menyatakan bahwa “hubungan bisa dilakukan dari belakang, atas, bawah, samping dan sebagai pasangan berharap asalkan melalui organ reproduksi.” (2)

Islam melarang seorang suami melakukan jima atau berhubungan seksual dengan istrinya dalam kasus-kasus berikut:

1- Jima saat istri berada dalam masa menstruasi dan nifas.

BACA JUGA: Mengapa Suami-Istri Tidak Boleh Meninggalkan Jima? Ini Penjelasan Ulama

2- Jima Anal. Adalah dosa besar bagi seorang pria yang melakukan hubungan anal dengan istrinya. Nabi (saw) mengatakan: “Allah tidak mengampuni orang yang melakukan hubungan seks anal dengan istrinya,” (Ibnu Majah Baihaqi).

Namun, fakta bahwa tidak ada larangan yang pasti bukan berarti tidak ada pengajuran, maka berikut ini adalah hal-hal yang disarankan untuk diperhatikan saat melakukan hubungan badan dengan suami atau istri:

1- Menutup tubuh dengan selimut selama jima atau hubungan intim. (3)
2- Tidak melihat organ intim satu sama lain. (4)
3- Berbicara sedikit saja selama hubungan intim. (5)

Lebih baik untuk bertindak sesuai dengan rekomendasi tersebut, tetapi semua jenis hubungan diperbolehkan asalkan melalui organ reproduksi. Allahu alam bishawwab. []

Referensi:
1- Al-Quran Surat al-Baqarah, 223
2- Lihat Elmalılı Hamdi Yazir dan Ibnu Katsir tafsir: penafsiran ayat 223 al-Baqarah.
3- Kanzu’l-ummal, 6/415
4- Ibnu Majah, Nikah, 28
5- Fayzu’l- Qadir, 1/327

Tags: hubungan badanhubungan suami istrijima
ADVERTISEMENT
Previous Post

Shalat Berjamaah, Jumlah Minimal Berapa Orang?

Next Post

Hukuman Terberat dari Allah untuk Manusia

Saad Saefullah

Saad Saefullah

Lelaki. Tidak terkenal. Menyukai kisah-kisah Nabi dan Para Sahabat.

Related Posts

Jima, Suami

Yang Tidak Disukai oleh Istri dari Suami ketika Jima

6 Juli 2025
Jima

Suami Nolak Terus Diajak Jima, Istri Harus Bagaimana?

28 Juni 2025
suami, istri, reproduksi, aib, cerai, perceraian, cemburu, fitnah, mahram, kekasih, pernikahan, hubungan intim,

Pentingnya Istri Tidak Malu untuk Memuaskan Suami karena Termasuk Ibadah

23 Juni 2025
Penyebab Suami Loyo di Tempat Tidur, Jima, nusyuz

Kenapa Suami Sukanya Minta Jima Terus sama Istri?

8 Juni 2025
Please login to join discussion

Tulisan Terbaru

Melakukan Perubahan, sifat jujur, orang yang meninggalkan shalat, istidraj, FITNAH, SYAHWAT, maksiat, bunuh diri, dosa, maksiat, taubat

5 Alasan Jangan Mengungkit Dosa Masa Lalu Seseorang yang Sudah Bertaubat

by Yudi
14 Juli 2025
0

agar tidak mengulangi dosa, mengganti shalat wajib, dosa jariyah, mandi, dosa, shalat

Jangan Tinggalkan Shalat Meski Badan Kotor saat Kerja, Tidak Semua Kotor Itu Najis

by Yudi
14 Juli 2025
0

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

by Dini Koswarini
14 Juli 2025
0

Cerai, Sebab Zina Dilarang dalam Islam, zina, Penyebab Lelaki Selingkuh, Talak

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999!

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Terpopuler

No Content Available
Facebook Twitter Youtube Pinterest Telegram

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.