Jika Hidup Stres, Ikuti Apa Kata Al-Quran

Foto: Sidomi.com
0

DALAM kehidupan modern, stres menjadi pelengkap hidup. Banyak masalah dan sedikit solusi yang diketahui. Orang yang kurang kuat imannya, dapat melakukan bunuh diri. Orang yang kuat iman, tapi terlalu ambisi mencapai sesuatu, dapat mengalami stroke. Seorang dokter neorologi berkata, sekalipun tekanan darah tinggi, insya Allah tidak akan stroke, selama orangnya, tidak stres. Berarti stres pemicu utama lahirnya stroke yang banyak didera bangsa ini.

Menurut dokter neorologi, perasaan stres sering menjadi musuh dalam selimut. Perasaan ini datang tiba-tiba dan sulit dikendalikan. Bila tidak, dapat memicu timbulnya berbagai penyakit, seperti jantung, darah tinggi dan stroke. Lalu bagaimana untuk mengatasinya?

Ternyata Al-Quran sudah membahas bagaimana caranya mengatasi rasa stres itu. Sebagaimana kita ketahui Al-Quran disebut juga sebagai Asy-Syifa atau obat. Maka jika mengalami stres, kembali saja kepada Al-Quran.

Dalam Al-Quran terdapat banyak keutamaan, salah satunya adalah penawar. Lalu jika stres apa yang Al-Quran anjurkan untuk kita?

Sabar:
Jika stres menghadapi masalah yang sukar diputuskan “Salah atau benarnya sesuatu” maka Al-Quran memberi petunjuk “Fa Shabrun Jamil” (Maka bersabar itu lebih indah). Dan hanya kepada Allah tempat memohon pertolongan. (QS. Yusuf 18).

Ucapan itu disampaikan Nabi Ya’kub, ketika anak-anaknya datang membawa kemeja yang berlumuran darah kepunyaan Yusuf, sebagai bukti bahwa ia telah diterkam binatang buas. Daripada stres karena darahnya meragukan, Nabi Ya’kub berkata “Sabar itu lebih indah.”

Demikian Sitti Maryam, ketika dituduh melacur karena melahirkan anak (Isa) tanpa ayah, juga sabar, untuk mengobati stres yang berkepanjangan. Bahkan Aisyah, isteri Rasul, ketika digosip, juga menjadikan Sabar sebagai pengobatan dalam stres.

Zikrullah:
Mengingat Allah (Zikrullah) termasuk dapat mengatasi stres. Dengan mengingat dan mengembalikan segalanya dari dan untuk Allah, maka stres akan dapat diatasi. Sesuai Al-Quran, “Tathmainn Al-Qulub” (Mengingat Allah, hati akan tenang). (QS. Al-Raad 28).

Menurut ulama Tafsir, Yang masuk Zikrullah, adalah melakukan shalat, membaca Al-Quran dan langsung menjebut Lailaha ilallah sebanyak-bamnyaknya.

Diperkuat Al-Quran dengan ayat “Dan carilah pertolongan, dengan berlaku Sabar dan mengerjakan Shalat,” (QS.Al-Baqarah: 45).

Disamping kedua hal tersebut, juga yang dapat mengatasi stres, adalah akidah dengan meyakini kebenaran ayat Al-Quran yang berbunyi “Inna Ma’al Usri Yusra (Sesungguhnya setelah kesulitan, ada kemudahan. Setelah kesulitan, ada kemudahan) (QS.94: 5-6). (Disebutkan dua kali).

Alhasil, dari uraian singkat di atas, dipahami mengatasi stres sesuai Al-Quran disamping mencari solusi berupa pengobatan lahir, juga diperlukan pengobatan batin, yaitu meyakini kesempurnaan Tuhan, dan meyakini kekurangan manusia, serta kaifiatnya, banyak bersabar, shalat, istigfar dan zikir.

Praktek Rasulullah SAW dalam mencari penyegaran dan menghilangkan stres, diantaranmya dianjurkan kepada umatnya berpuasa dan bercampur isteri dua kali seminggu. []

Sumber: Mochtar Husein

loading...
loading...