Jika Esok Masih Hidup

0

 

Oleh: Siti

ALLAH SWT, yang menambatkan keyakinan di jiwa yang putih, yang melembutkan nuansa rasa, yang menguatkan taji-taji imajinasi.

Jika aku masih tetap hidup esok pagi aku berjanji, apabila Engkau perhebatkan aku, Engkau permuliakan aku, Engkau tempatkan aku di aras utama tempat semesta dunia ini, dengan rasa rendah diri. aku bersungguh-sungguh berkuat upaya membuat Engkau tersenyum. Jika aku masih tetap hidup esok pagi, akan aku cukupkan hari-hariku untuk melayani dan membawa tarbiyyah-tarbiyyah Ilahi ke bumi.

BACA JUGA: Teka-teki Kembali Hidupnya Wanita yang 18 Bulan Lalu Tenggelam di Palabuhanratu Terkuak

Jika aku masih tetap hidup esoknya lagi, aku akan berlayar menyeberangi samudera waktu untuk membenarkan semua ketulusan kasih sayang yang Engkau sambungkan ke dalam mata rantai suci para nabi. Dan jika aku masih hidup esok pagi, bangunkanlah diriku dari sunyinya hati.

Hangatkanlah hariku dengan sebuah makna hidup ini dan kuatkan diriku untuk tidak berhenti hidup dan mati, Kemarin aku hidup, saat ini aku masih hidup..tapi aku tidak tahu, nanti, esok, lusa.

Saat ini ikhtiar sebanyak mungkin, berusaha menjadi baik dan tambah baik. Ya Allah, jika saat itu “jadwal “ ku telah sampai, cukupkan aku Ya Allah, aku siap, iman, islam. Aku baik, ikhlas dan taubat. Aku meminta, dengan penuh doaku mohonkan jalan yang baik.

Penuhkan hatiku dengan rasa cintaku pada Mu,Ya Allah. Ya Rabb.. Duhai yang Maha Mengetahui, yang membelah sunyi. Biarlah aku bawa tangisanku pergi jauh bersama cintaMu. Terima kasih Allah, Engkau selalu membukakan angkasa pemikiran baru di jiwaku.

BACA JUGA: Perjalanan Hidup Harry Mukti, Dari Musisi Jadi Dai

Jika kesyukuranku atas nikmat Allah adalah kenikmatan. Maka bagiku wajib bersyukur kepadaNya dalam setiap hal. Bagaimanapun adanya kesyukuran adalah kerana keutamaanNya. Walaupun hari-hari berjalan dan usiaku terus bertambah. Belajar menjadi sebatang lilin, yang menerangi dan memberikan cahaya kepada setiap orang-orang yang dicintai dan di sekelilingnya, walau diri lilin itu hancur lebur tidak tersisa, serta belajar untuk mendewasakan diri. []

Kirim RENUNGAN Anda lewat imel ke: islampos@gmail.com, paling banyak dua (2) halaman MS Word

loading...
loading...
Langganan newsletter Kami
Langganan newsletter Kami
Daftar dan dapatkan informasi update dari Kami langsung ke Inbox e-mail Anda
Kamu dapat berhenti berlangganan kapanpun

Maaf Anda Sedang Offline