ISLAMPOS
Media Islam Generasi Baru

Jerman Deportasi Gelombang Kedua Pengungsi Afghanistan

0

KABUL – Jerman telah mendeportasi gelombang kedua pengungsi Afghanistan di bawah kesepakatan kontroversial antara Kabul dan Uni Eropa.

Juru bicara polisi bandara Kabul, Mohammad Adjmal Fawzi, mengatakan 26 orang, dikawal oleh 80 petugas polisi Jerman, mendarat di ibukota Afghanistan tak lama setelah pukul 7:30 pagi waktu setempat, Selasa kemarin (24/1/2017).

“Apa yang kau ingin aku lakukan di sini? Hanya ada kematian!” ujar Ramid Afshah, pemuda berusia 19 tahun yang kembali setelah lima tahun, mengungkapkan perasaan cemasnya.

Mereka yang kembali, harus menghadapi masa depan yang tidak pasti, hanya akan terlindung oleh pemerintah Afghanistan untuk setidaknya dua minggu, lapor Press TV.

Sebanyak 10.000 warga Afghanistan kembali dari Eropa tahun lalu, karena negara tersebut sudah kewalahan oleh orang-orang yang melarikan diri dari pertempuran.

Beberapa yang kembali mengatakan mereka telah ditahan oleh polisi Jerman saat fajar pada hari Senin dan dikirim ke Kabul dengan ransel berisi barang-barang mereka.

Arash Alkozai, 21 tahun, yang datang ke Jerman ketika ia berusia 16, mengatakan polisi datang untuk menjemput kami kemarin jam 4.00 pagi, “kami diperlakukan seperti binatang.”

Deportasi paksa telah mendorong reaksi dari aktivis. Sekitar 250 orang menggelar aksi protes terhadap deportasi pengungsi Afghanistan di bandara Frankfurt pada Senin malam lalu.

“Afghanistan masih dalam suasana perang, itulah sebabnya kami memprotes pengusiran ke negara seperti Afghanistan,” media mengutip pernyataan Sarmina Stuman dari Gerakan Pengungsi Afghanistan.

Pada pertengahan Desember, Jerman mendeportasi 34 pengungsi Afghanistan setelah menolak permintaan suaka mereka.

Jerman telah melaksanakan deportasi kolektif berdasarkan kesepakatan Brussels dan Kabul yang dicapai pada awal Oktober 2016.[fq/islampos]

loading...
loading...