ISLAMPOS
Media Islam Generasi Baru

Jenderal Gatot Bantah Dirinya Ditegur Presiden Jokowi

Foto: Jurnal 3
0 2.083
  • Panglima TNI mengadakan pertemuan dengan Presiden RI.
  • Jenderal Gatot Nurmantyo membantah ditegur presiden.

 

JAKARTA—Dalam pertemuannya dengan Presiden RI Joko Widodo, Selasa (26/9/2017) lalu, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo membantah dirinya telah ditegur.

Pertemuan tersebut diduga terkait soal pernyataannya mengenai informasi pembelian 5 ribu pucuk senjata ilegal sebuah institusi di luar TNI dan Polri yang kemudian diperbincangkan sejumlah pihak.

“Siapa yang tegur, saya hanya melaporkan pada presiden, gitu aja,” ujar Gatot di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, seperti disitat dari Republika, Rabu (27/9/2017).

Namun, Gatot sendiri enggan memamparkan pertemuan dirinya dengan Presiden Jokowi tersebut. Ia beralasan pembicaraan tersebut hanya boleh diketahui oleh presiden karena merupakan informasi intelijen.

“Tanggapan Presiden tidak boleh saya sampaikan. Karena Anda bukan Presiden, yang saya sampaikan adalah informasi intelijen. Maka hanya Presiden yang boleh tahu,” jelas Gatot.

Jenderal Gatot juga membantah bahwa pernyataannya soal impor 5 ribu senjata di hadapan para purnawirawan TNI tersebut adalah informasi intelijen.

“Pernyataan saya pas purnawirawan itu bukan informasi intelijen. Karena informasi intelijen harus mengandung siapa, apa yang dilakukan, di mana dilakukan? Bilamana dilakukan, di mana? Jadi, itu yang saya sampaikan kepada presiden. saya hanya akan menyampaikan apa yang saya tahu kepada presiden,” ujarnya.

Presiden Jokowi sendiri menyebut telah bertemu dengan Panglima TNI Gatot Nurmantyo, yang berlangsung di Bandara Halim Perdanakusumah, ketika Jokowi pulang usai melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Bali.

“Ya tadi malam (bertemu), setelah saya dari Bali. Sudah bertemu saya di Halim. Sudah dijelaskan (terkait pembelian senjata),” ujar Jokowi, Rabu (27/9/2017). []

Comments
Loading...