ISLAMPOS
Media Islam Generasi Baru

Jasad Khashoggi Lenyap oleh Cairan Asam, Mungkinkah?

0

Advertisements

JAMAL Khashoggi menjadi pemberitaan utama dunia. Jurnalis Arab Saudi yang dikenal kritis terhadap pemerintah Arab Saudi ini dikabarkan hilang sejak 2 Oktober silam. Berbagai spekulasi terus bermunculan.

Lantaran tubuh Khasogghi bisa hilang dengan cepat, muncul spekulasi yang membuat banyak orang bergidik, yaitu adalah penggunaan cairan asam ‘super keras.’ Asam ini dianggap mampu bereaksi cepat untuk menghilangkan tubuh Khashoggi setelah dimutilasi.

BACA JUGA: Washinton Post Terbitkan Kolom Terakhir Jamal Khashoggi

Namun, ini memunculkan pertanyaan, apakah cairan semacam itu benar-benar ada?

Menurut Agus Haryono, seorang ahli kimia Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), secara umum agak sulit menghilangkan seluruh bagian tubuh dengan cairan kimia, namun hal itu bukan mustahil.

“Jika menggunakan cairan kimia asam kuat, maka diperlukan ruangan dan perlengkapan khusus. Karena cairan asam kuat ini bersifat korosif dan dapat merusak peralatan atau logam yang ada di sekitarnya,” ungkap Agus seperti dikutip Kompas, Jumat (19/10/2018).

Menurut Agus, cairan asam kuat ini bisa membakar jaringan kulit dan jaringan di bawahnya.

Maka, tidak mungkin dilakukan tanpa peralatan atau ruangan khusus karena akan berbahaya bagi yang melakukannya. Agus juga menyebut bahwa cairan asam dengan kekuatan seperti itu adalah hidrogen fluorida (HF) anhidrat.

“Asam jenis hidrogen fluorida (HF) anhidrat dapat melarutkan silikat dan oksida logam menjadi silikat terlarut. Oleh karena itu, tulang manusia juga bisa dilarutkan. Namun, tentu membutuhkan banyak cairan hidrogen fluorida (untuk melenyapkan tubuh manusia),” ujar Agus.

BACA JUGA: Ini Kata Pangeran Arab tentang Misteri Hilangnya Jamal Khashoggi

Namun Tak hanya berbahaya ketika berbentuk cairan, gas HF juga sangat beracun bagi manusia.

“HF sendiri sangat beracun dan korosif. Orang yang menghirup gas HF bisa terganggu sistem pernapasan atau parunya. Jika terkena kulit, bisa terbakar. Oleh karena itu, tidak terbayang… karena perlu orang yang sangat terlatih dan ruangan atau fasilitas khusus untuk memusnahkan bagian tubuh manusia dengan cairan ini,” tutupnya.

Sebagai informasi, Khashoggi menghilang sejak 2 Oktober lalu. Berbagai spekulasi muncul terkait lenyapnya kontributor Washington Post itu. Spekulasi yang berkembang menyebut Khashoggi dibunuh dan dimutilasi di dalam gedung Konsulat Saudi di Istanbul Turki.

Sumber dari penyelidik Turki berujar, mereka memasukkan potongan tubuh ke dalam 15 kantong plastik. Selanjutnya, potongan tersebut dihancurkan menggunakan cairan asam yang bereaksi cepat, dan disembunyikan di dekat kediaman Konsulat Jenderal Saudi Mohammed al-Otaibi. []

SUMBER: KOMPAS

Artikel Terkait :

loading...
loading...

Sponsored

Maaf Anda Sedang Offline